LBH Pelita Umat Adukan Dugaan Pelanggaran HAM Aksi 22 Mei ke Komnas HAM

Foto: Aksi Forum Solidaritas Tragedi 22 Mei bersama dengan LBH Pelita Umat di depan Komnas HAM. (Foto: Haikal/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Tragedi 22 Mei menggelar aksi di depan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersama dengan LBH Pelita Umat.

Aksi tersebut bertujuan untuk menuntut kepada Komnas HAM agar mengusut delapan orang yang meninggal dunia serta 737 korban luka pada saat aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu. Tuntutan tersebut diwakili oleh Candra Purna Irawan selaku perwakilan dari LBH Pelita Umat.

“Hari ini, LBH Pelita Umat mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk membuat laporan pengaduan atas adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia atas tragedi 21-22 Mei 2019,” kata Candra Purna Irawan, Senin (27/05/2019) di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat.

Candra mengatakan laporan pengaduan tersebut disambut dengan baik oleh pihak Komnas HAM sendiri.

“Alhamdulillah, laporan pengaduan LBH Pelita Umat diterima dengan baik oleh Ibu Yulia dengan No. Agenda 126.932,” ucapnya.

Berdasarkan berita yang dipublikasikan oleh berbagai media massa, diduga terdapat delapan demonstran yang meninggal dunia dan ratusan yang mengalami luka-luka. Candra menduga hal tersebut terjadi atas adanya dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat.

“Terindikasi adanya dugaan pelanggaran HAM berupa perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia oleh aparat dalam melakukan penangkapan seseorang yang diduga sebagai perusuh,” tegasnya.

Pria yang juga tergabung dalam Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia menuturkan bahwa tindakan represif oknum polisi kepada pengunjuk rasa menunjukkan bahwa kepolisian gagal dalam menerapkan prinsip kemanusiaan dalam menjalankan tugasnya.

BACA JUGA  Pandemi Corona, Mukernas VI Parmusi Digelar Secara Online

“Ini dapat dianggap pelanggaran serius terhadap SOP kepolisian itu sendiri, karena apapun status hukum seseorang, aparat tidak boleh memperlakukan ia secara kejam dan tidak manusiawi, yang merendahkan martabatnya sebagai seorang manusia,” pungkasnya.

Reporter: Haikal
Editor: Rusydan

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Komnas HAM dan UNHCR Sepakat Lindungi Hak Pengungsi

Indonesia - Ahad, 07/07/2019 12:30