Kapan Waktu yang Paling Utama Membayarkan Zakat Fitrah?

Foto: Zakat Fitrah

KIBLAT.NET – Selain puasa, salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh kaum muslimin di dalam bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ الْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan umat Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu kapan waktu yang tepat bagi seseorang untuk mengeluarkan zakat fitrah? Menjawab pertanyaan ini, para ulama berbeda pendapat menjadi beberapa pendapat:

Pendapat pertama, dua hari sebelum hari raya ‘Id. Ini adalah madzhab Maliki dan Hanbali. Mereka berdalil dengan hadits Ibnu Umar radhiallahu anhuma di dalamnya terdapat perkataan, “Dahulu mereka memberikan sebelum Idul Fitri dua atau tiga hari.” Pendapat ini dipilih oleh Syekh Ibnu Baz rahimahullah sebagaimana terdapat dalam Kitab Majmu Fatawa, 14/216.

Pendapat kedua, dibolehkan sejak awal Ramadan. Ini yang difatwakan menurut madzhab Hanafi dan pendapat yang kuat dalam madzhab Syafii. Silahkan lihat kitab Al-Umm, 2/75. Badai’ As-Shanai’, 2/74. Al-Majmu’, 6/87.

BACA JUGA  Pembatalan Negosiasi dengan Taliban Dinilai Rugikan AS

Mereka mengatakan, “Karena sebab sedekah adalah puasa dan fitrah adalah berbuka dari puasa. Kalau telah ada salah satu dari dua sebab tadi, dibolehkan untuk mempercepat. Sebagaimana dibolehkan mempecepat zakat mal setelah memiliki nishab sebelum sempurnanya haul (setahun).

Pendapat ketiga, dibolehkan dari permulaan haul (waktu diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah). Dan ini adalah pendapat sebagian Hanafiyah dan sebagian Syafiiyyah. Mereka mengatakan, ‘Karena dia adalah zakat, maka seperti zakat mal dimana secara umum dibolehkan untuk mendahulukannya.

Pendapat yang rajih adalah pendapat pertama. Dalam kitab Al-Mughni, (4/301), Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Seandainya zakat fithri jauh-jauh hari sebelum ‘Idul Fithri telah diserahkan, maka tentu saja hal ini tidak mencapai maksud disyari’atkannya zakat fithri yaitu untuk memenuhi kebutuhan si miskin di hari ‘ied. Ingatlah bahwa sebab diwajibkannya zakat fithri adalah hari fithri, hari tidak lagi berpuasa. Sehingga zakat ini pun disebut zakat fithri. … Karena maksud zakat fithri adalah untuk mencukupi si miskin di waktu yang khusus (yaitu hari fithri), maka tidak boleh didahulukan jauh hari sebelum waktunya.”

Syekh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah ditanya sebagaimana dalam Majmu Fatawa, 18/ zakatul fitri/soal no. 180, “Saya telah menunaikan zakat fitrah di awal Ramadan ketika di Mesir sebelum datang ke Mekkah. Sekarang saya berdiam di Mekkah Mukarromah, apakah saya harus mengeluarkan zakat fitrah?”

Beliau menjawab, “Ya, anda harus mengeluarkan zakat fitrah. Karena anda menunaikan sebelum waktunya. Zakat fitrah termasuk bab “Menyandarkan sesuatu kepada sebabnya”. Atau boleh dikatakan, termasuk “Bab menyandarkan sesuatu kepada waktunya.” Keduanya ada dalam bahasa Arab. Allah ta’ala berfirman, ‘بَلْ مَكْرُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ’ (Bahkan tipu dayamu di waktu malam dan siang). Ini termasuk bab menyandarkan sesuatu kepada waktunya. Ahli ilmu mengatakan, “Bab sujud sahwi (sujud kerena lupa) termasuk bab menyandarkan sesuatu kepada sebabnya.

BACA JUGA  BJ Habibie, Profil Muslim Jenius yang Dikhianati

Zakatul fitri (zakat karena berbuka) disandarkan kepada fitri karena fitri (berbuka) adalah sebabnya. Dan karena fitri adalah waktunya. Telah diketahui bahwa berbuka di bulan ramadan tidak ada kecuali pada akhir hari di bulan Ramadan. Maka tidak dibolehkan membayar zakat fitrah kecuali matahari telah terbenam di akhir hari Ramadan. Cuma diberi keringanan, dibolehkan sehari atau dua hari sebelum hari raya. Kalau tidak, waktu sebenarnya adalah setelah terbenam matahari di akhir hari di bulan Ramadan. Karena ia adalah waktu terealisasinya berbuka di bulan Ramadan. Oleh karena itu kita katakan, ‘yang terbaik, menunaikannya pagi hari idul fitri jikalau memungkinkan.’ Wallahu’alam!

 

Fakhruddin

Sumber: Islamqa.info

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Mereka yang Merugi di Bulan Ramadhan

Khazanah - Selasa, 04/06/2019 13:49