Sepenggal Kisah Kepemimpinan Abu Bakar Ashshiddiq

Foto: Pemimpin Bodoh (Ilustrasi)

Abu Bakar Ashshiddiq ra

Siapa yang tak kenal sosok sahabat Rasululllah Muhammad SAW, Abu Bakar Ashshiddiq.

Nama aslinya adalah Abdulllah bin Abu Quhaffah. Mendapat gelar Ashshiddiq yang artinya membenarkan. Gelar itu diberikan oleh Baginda Rasulullah  Muhammad SAW. Tersebab pembenarannya terhadap peristiwa Isra dan Mi’raj yang dilakukan oleh Baginda Rasul, disaat semua orang mendustakannya. Sebuah bukti penghormatan dan kecintaan yang luar biasa tanpa syarat. Abu Bakar Ashshiddiq membenarkan semua cerita dan perkataan Rasulullah SAW tentang peristiwa Isra’ dan Mi’raj, di saat semua orang mendustakannya.

Abu Bakar Ashshiddiq sangat berjasa dalam menjaga agama Islam. Beliau mampu meredam gejolak keterpecahan kaum muslimin sesaat setelah Rasulullah Muhammad SAW wafat. Beliau mampu menyatukan kembali suara kaum muslimin yang mulai sumbang menuju kehancuran. Beliau satu-satunya sahabat Rasulullah yang teguh pendirian dalam meneladani dan mengikuti semua yang dititahkan dan ditetapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Tanpa nanti dan tanpa tapi.

Beliau satu-satunya sahabat Rasul, yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam fase yang sangat sulit dan sangat genting. Saat ancaman terhadap kesatuan negeri dan agama begitu nyata baik didalam maupun diluar negeri.

Diantaranya, Beliau satu-satunya sahabat, yang berani untuk tetap memberangkatkan pasukan Usamah bin Zaid untuk pergi berjihad kenegeri Syam, Romawi, disaat semua sahabat menyangsikan ketepatan melanjutkan titah Rasulullah Muhammad SAW, mengingat saat titah itu akan dilaksanakan, Rasulullah Muhammad SAW keburu wafat, sebelum titah itu sempurna dilaksanakan.

Akan tetapi Abu Bakar Ashshiddiq tetap teguh melaksanakan titah itu dengan menyempurnakan pelaksanaan titah itu yaitu dengan tetap memberangkatkan pasukan Usamah bin Zaid, sesaat setelah Rasulullah wafat. Hanya karena Beliau sangat yakin dengan kebenaran apapun yang disampaikan dan diperintahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, tanpa tapi dan tanpa nanti.

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Hingga Allah SWT, berkenan memenangkan pasukan Usamah bin Zaid, hingga tiba kembali pulang dengan membawa banyak ghonimah dan kemuliaan.  Benarlah yang terjadi, ternyata peristiwa ini mampu menggetarkan setiap musuh Islam yang menggerogoti kesatuan kaum muslimin baik didalam negeri maupun diluar negeri. Islam dan kaum muslimin semakin kokoh.

Abu Bakar Ashshiddiq pun, tak ragu memerangi orang-orang murtad yang tidak mau membayar zakat dan gerakan nabi palsu. Hingga kembali Allah SWT memberikan kemenangan dan mengokohkan kembali Islam dan kaum muslimin, tersebab keteguhan Abu bakar Ashshiddiq dalam menjalankan semua titah Rasulullah Muhammad SAW. Sungguh Allah SWT menolong siapapun yang menolong agama Allah SAW. Gerakan nabi palsu dapat ditumpas, orang-orang murtad dan tidak mau membayar zakat dapat kembali pada Islam dan mau membayar zakat.

Hingga dibawah kepemimpinannya, sebagai khalifah pertama dalam jajaran Khilafah Rasyiddah, Islam dan kaum muslimin kembali kokoh, bersatu dan tak mampu diceraiberaikan oleh musuh manapun. Juga mampu membebaskan banyak negeri dari penjajahan dan perbudakan.

Semua itu tak lain dan tak bukan karena  Abu Bakar Ashshiddiq ra, sangat memahami politik Islam yang diwariskan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Beliau sangat mengerti arti kepemimpinan.  Beliau sangat paham dengan amanat mengurusi urusan umat manusia. Bahwa wajib hukumnya mengatur seluruh kehidupan manusia dengan hukum yang telah Allah SWT dan RasulNya tetapkan, bukan hukum yang diambil dari hawa nafsu manusia.

BACA JUGA  Saat Kampus Terpenjara Isu Radikalisme

Sehingga beliau mengatur urusan umat manusia ini hanya dengan bekal AlQuran dengan Hadist Rasulullah. Beliau berijtihad dengan menggunakan standar nilai yang digali dari AlQuran dan Hadist Rasulullah manakala menemui masalah baru yang belum pernah terjadi dimasa Rasulullah hidup. Hingga Allah SWT berkenan menurunkan pertolongannya, dengan memberikan banyak kemenangan kepada Islam dan Kaum Muslimin melalui tangan Abu Bakar Ashshiddiq ra.

Islam dan kaum muslimin kembali kokoh, menyebarkan kebaikan dan cahayanya keseluruh pelosok dunia. Menyinari umat manusia. Mengeluarkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dari perbudakan menuju kemerdekaan yang hakiki. Dari kedzoliman menuju keadilan.

Hingga tepatlah apa yang diungkapkan oleh Imam Ibnu Katsir ra, bahwa “andaikata tidak ada Abu bakar Ashshiddiq ra, niscaya hari ini tidak akan ada yang menyembah Allah SWT”, tersebab begitu besarnya jasa Abu bakar Ashshiddiq dalam menjaga Islam dan kaum Muslimin.

Wajarlah jika Abu Bakar Ashshiddiq ra, masuk dalam sepuluh manusia yang akan masuk surga tanpa hisab. Sepuluh manusia yang dijamin masuk surga. Dan satu-satunya sahabat yang dipanggil masuk kedalam surga  dari banyak pintu masuk kedalam surga. Tersebab tak ada satupun, manusia yang mampu mengungguli keutamaan yang dimilikinya. Termasuk Umar bin Khattab ra, sahabat Rasulullah yang juga dihormati dan dicintai oleh Baginda Nabi besar Muhammad SAW.

Kepemimpinan Abu Bakar Ashshiddiq sangatlah singkat, namun pondasi kuat kepemimpinannya telah ditorehkan dan diwariskan kepada para sahabat sepeninggalnya, dan menjadi pijakan kuat dalam melanjutkan kepemimpinan Islam dan kaum Muslimin.Wallahualam.

Penulis: Mela Ummu Nazry

 

 

 

One comment on “Sepenggal Kisah Kepemimpinan Abu Bakar Ashshiddiq”

  1. Fatria Ananda

    Sedikit saja afwan, menyebut Abu Bakr dengan arti bapak yang punya anak perawan adalah keliru, bahkan cenderung mengada-ada. Anak perawan itu bahasa arabnya بكر (dibaca bikr, bukan bakr). Dan tidak ada satu pun riwayat yg menyebut penamaan Abu Bakr karena ia memiliki anak perawan. Bakr dengan bikr artinya berbeda jauh. Mohon diperhatikan….

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga