4 Keutamaan Puasa Syawal

Foto: Puasa Syawal (Ilustasi)

KIBLAT.NET – Setelah berpisah dengan bulan Ramadhan, masih ada pintu-pintu ibadah yang terbuka supaya ketaatan tetap terjaga kapan pun dan di mana pun. Diantara ibadah yang paling penting selepas puasa Ramadhan adalah puasa enam hari Syawal, baik berurutan atau terpisah. Karena puasa mendidik nafsu, membersihkan hati dari maksiat, dan banyak manfaat kesehatan bagi manusia.

Puasa Syawal setelah Ramadhan adalah kesempatan besar yang tidak boleh terlewatkan, disana ada pahala besar dari Allah ta’ala. Di sini akan disebutkan beberapa faidah syari dan manfaat kesehatan puasa enam hari di bulan Syawal.

Faidah Puasa Syawal

1. Menggenapkan Puasa Setahun

Puasa Ramadhan kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal pahalanya seperti puasa setahun penuh. Sebagaimana hadist dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, pahalanya seperti puasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

2. Menyempurnakan Kekurangan Puasa Ramadhan

Di dalam sebuah hadits tentang amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, Allah memerintahakan kepada malaikat untuk mengecek sholatnya, jika sholat wajib seorang hamba ada yang kurang, maka dilihat amalan sunnahnya. Guna melengkapi apa yang kurang dari amalan wajib. Sebagaimana sholat rawatib itu sholat pengiring sholat fardhu, begitu juga puasa syawal. Kedudukannya sama seperti  kedudukan solat rawatib pada sholat fardhu. Sehingga puasa Syawal itu menyempurnakan kekurangan dari puasa wajib bulan Ramadhan, baik karena kesalahan maupun kekurangan pada nilai puasa Ramadhan.

BACA JUGA  Memperbaiki Amalan Dahulu, Sebelum Memperbanyaknya

3. Salah satu Indikasi Diterimanya Puasa Ramadhan

Di antara tanda diterimanya suatu amalan ketaatan adalah lahirnya ketaatan berikutnya. Nah, ketika seorang hamba melaksanakan puasa Syawal, bisa saja ini indikasi dari diterimanya amalan Ramadhan. Karena Allah ta’ala jika menerima amalan hamba maka akan diberikan petunjuk untuk beramal sholih yang baru.

4. Bentuk Syukur atas Nikmat Ramadhan

Di antara keutamaan puasa Ramadhan adalah dihapuskannya dosa-dosa yang lalu. Orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan akan disempurnakan pahalanya di hari Idul Fitri, yaitu hari hadiah untuk orang yang berpuasa. Maka kembali puasa setelah idul fitri merupakan bentuk rasa syukur terhadap nikmat ini, dan tidak ada nikmat yang lebih besar dari diampuni dosa-dosa.

Wallahu a’lamu bissowab

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Memperbaiki Amalan Dahulu, Sebelum Memperbanyaknya

Tazkiyah - Kamis, 06/06/2019 15:46

Konsisten Beramal Sholeh Pasca Ramadhan

Tazkiyah - Rabu, 05/06/2019 14:07

Kisah Anak Kecil yang Hafal Ceramah Ustaz Abdul Somad

Tazkiyah - Jum'at, 11/01/2019 15:26