Ranjau Hancurkan Kendaraan Lapis Baja Militer AS di Nigeria

Foto: Tentara AS

KIBLAT.NET, Niamey – Amerika Serikat mengumumkan pada Ahad (09/05/2019) bahwa sebuah kendaraan militer AS rusak akibat terkena ranjau di dekat kota Awalam di Nigeria barat. Insiden itu terjadi pada Sabtu (08/05/2019) dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Sebuah kendaraan lapis baja Amerika rusak di Nigeria (akibat ranjau). Insiden itu tidak mengakibatkan korban jiwa,” kata kedutaan AS di Niamey dalam sebuah pernyataan pada Ahad.

Sumber keamanan lokal mengatakan kepada AFP bahwa kendaraan militer AS hancur setelah menginjak ranjau di kota Awalam (distrik Tilabiri, dekat Mali). Kendaraan tempur itu benar-benar rusak, tetapi ledakan itu tidak menimbulkan korban.

Insiden itu terjadi saat konvoi tentara AS sedang menuju ke lapangan tembak, menurut surat kabar Nigeria dalam laporannya.

Awalam berjarak 100 km dari Niamey. Di kota itu terdapat kamp pelatihan besar untuk tentara Nigeria. Di kamp tersebut sedang digelar latihan militer rutin pasukan yang berpartisipasi dalam Pasukan PBB di Mali (MINOSMA).

Insiden ini merupakan kali kedua tentara AS terkena serangan langsung di Nigeria. Kehadiran militer AS di Nigeria untuk memerang kelompo-kelompok “ekstremis” Islam dan melatih pasukan khusus Nigeria.

Pada 4 Oktober 2017, empat tentara AS dan lima tentara Nigeria tewas oleh gerilyawan di dekat Tongo Tongo, sekitar 80 km barat laut Ulam dan sekitar 20 km dari perbatasan dengan Mali.

BACA JUGA  Studi: Tiap Tahun Manusia Konsumsi Ribuan Partikel Plastik

Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) di wilayah gurun Afrika bertanggung jawab atas serangan itu.

Amerika Serikat menggunakan pangkalan besar di Agadez (utara) untuk mengoperasikan drone. Pangkalan itu digunakan untuk operasi pengintaian. Baru-baru ini, pemerintah Nigeria mengizinkan AS melengkapi drone-dronenya dengan rudal.

Pada 14 Mei 2019, 28 tentara Nigeria terbunuh di dekat Tongo Tongo ketika mereka disergap oleh “teroris bersenjata lengkap”, menurut pemerintah Nigeria.

Di Nigeria, Prancis juga memiliki pangkalan udara di bandara Niamey. Pangkalan itu dilengkapi drone pengintai dan jet tempur. Pangkalan ini bagian dari Operasi Burkhan, operasi militer pimpinan Prancis untuk menghadapi kelompok-kelompok Islam bersenjata.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga