Timur Tengah Bermandikan Sinar Matahari, Tapi Kenapa Banyak Penduduknya Kekurangan Vitamin D?

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Disebut sebagai “vitamin sinar matahari,” vitamin D diproduksi ketika kulit terkena sinar matahari langsung.

Paradoksnya, meskipun sinar matahari intens di Timur Tengah dan Afrika Utara, kekurangan vitamin D tersebar luas di kalangan penduduk.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition and Metabolism, wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara memiliki tingkat kekurangan vitamin D yang sangat tinggi, mencapai 81 persen di antara berbagai kelompok umur.

Penelitian menunjukkan, alasan kekurangan itu di antara penyebabnya termasuk praktik budaya, iklim, disposisi genetik dan warna kulit.

Bentuk-bentuk budaya berpakaian, yang meliputi bagian-bagian utama tubuh, juga dapat mempengaruhi penyerapan sinar matahari pada kulit, terutama bagi wanita.

Alasan lain adalah suhu tinggi di kawasan itu, yang membatasi waktu di luar rumah bagi banyak orang

Para peneliti di Eastern Mediterranean Health Journal mengatakan kekurangan tersebut juga dapat dikaitkan dengan “perbedaan ras dalam konsentrasi vitamin D atau kecenderungan genetik terhadap kekurangan vitamin D di antara orang-orang Arab Saudi.”

Warna kulit juga memengaruhi kemampuan kulit untuk mensintesis sinar matahari menjadi vitamin D.

Sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh Floor Christie dari University of Sunderland dan Linda Mason dari Liverpool School of Tropical Medicine menemukan, bahwa wanita dengan warna kulit yang lebih gelap memerlukan dua jam paparan sinar matahari untuk menghasilkan jumlah vitamin D yang sama dengan yang wanita dengan kulit lebih muda yang dapat menghasilkan dalam 12 menit.

BACA JUGA  Dua Kapal Tanker Diserang Saat Melintas Teluk Oman

“Menciptakan daerah-daerah di mana perempuan, terutama yang berstatus sosial ekonomi rendah, dapat menikmati paparan sinar matahari, serta memperkuat lebih banyak makanan, akan sedikit cara untuk mengatasi masalah ini,” kata mereka mencatat.

Kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan sejumlah penyakit, termasuk rakhitis dan osteomalacia, yang melemahkan jaringan tulang.

Kasus rakhitis yang parah dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan kelainan bentuk tulang pada anak-anak.

Studi terbaru menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D juga terkait dengan berbagai jenis kanker, beberapa penyakit jantung koroner, dan diabetes tipe 1 dan 2. Hal itu juga berkorelasi dengan penyakit seperti multiple sclerosis, rheumatoid arthritis, hipertensi dan penyakit Alzheimer.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan hubungan antara kekurangan vitamin D dan beberapa masalah kesehatan mental, termasuk depresi.

Kebanyakan dokter merekomendasikan suplemen vitamin D karena paparan sinar matahari dan asupan makanan mungkin tidak selalu cukup untuk memenuhi dosis yang diperlukan.

Sumber: Arabnews
Redaktur: Ibas Fuadi

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Ust. Abu Rusdyan : Ciri-ciri Jalan yang Lurus

Video Kajian - Ahad, 16/06/2019 10:00