PM Mahathir Berjanji Lindungi Zakir Naik

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan bahwa Malaysia memiliki hak untuk mempertahankan juru dakwah asal India, Syaikh Zair Naik, tinggal di Malaysia dan tidak mendeportasinya ke India. Kecuali ia dijamin haknya atas pengadilan yang adil.

“Zakir yakin dia tidak akan mendapatkan pengadilan yang adil (di India),” kata Mahathir Senin lalu, seperti dilansir Al-Jazeera pada Selasa (11/06/2019).

Naik mendapat izin tinggal permanen di Malaysia sejak ia didakwa oleh otoritas India karena dugaan pencucian uang dan “menyebarkan pidato kebencian” di negara asalnya, India, melalui pidato dan kuliah umum. Namun juru dakwah yang namanya dikenal oleh masyarakat dunia itu membantah seluruh tuduhan tersebut.

Pemerintah Malaysia menolak mendeportasi Naik. Perdana Menteri Mahathir telah menegaskan negaranya tidak akan dengan mudah memenuhi tuntutan negara lain. Juli 2018 lalu, Mahathir mengatakan bahwa Malaysia akan mempertimbangkan semua faktor sebelum memenuhi tuntutan pihak lain. Jika tidak, siapa pun akan menjadi korban.

Pemerintah India menghapus paspor Naik pada musim panas 2017, dan Kementerian Luar Negeri India mengatakan penghapusan itu dilakukan atas permintaan Badan Keamanan Nasional (intelijen).

Meski berlatar belakang dokter, Zair Naik aktif berdakwah. Sejak 1993, ia fokus dalam dunia dakwa perbandingan agama. Banyak pengikut agama lain masuk Islam setelah mendengar ceramah-ceramahnya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga