Suriah Serahkan Pengelolaan Pelabuhan Tartus ke Perusahaan Rusia

Foto: Kapal Perang Rusia di Pelabuhan Tartus [foto: Sky News Arabia]

KIBLAT.NET, Damaskus – Majelis Rakyat Suriah menyetujui, Rabu (12/06/2019), rancangan undang-undang yang mengizinkan perusahaan Rusia berinvestasi dalam pengelolaan dan pengembangan pelabuhan Tartus, pelabuhan terbesar di Suriah.

Menteri Transportasi Suriah, Ali Hamoud, April lalu, mengumumkan penandatangan kontrak dengan perusahaan Rusia Stroytransgaz untuk pengembangan pelabuhan yang di dalamnya juga terdapat pangkalan laut Rusia. Kontrak itu berisi investasi dan pengembangan pelabuhan dalam langkah mempersiapkan fase rekonstruksi, setelah 8 tahun perang yang menghancurkan.

Kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan, seperti dilansir Sky News Arabia, bahwa Majelis Rakyat menyetujui rancangan undang-undang, yang mencakup ratifikasi kontrak yang ditandatangani antara Perusahaan Umum pelabuhan Tartus dan perusahaan Rusia Stroytransgaz untuk pengelolaan dan investasi.

Didirikan pada tahun 1991, perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Rusia. Pemilik perusahan ini seorang pengusaha yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin.

Stroytransgaz dikenai sanksi Barat sejak Moskow mencaplok Crimea Ukraina pada Maret 2014.

Pada tahun 2018, Stroytransgaz memenangkan kontrak untuk berinvestasi dan mengekstrak fosfat dari tambang di wilayah Palmyra (Suriah timur) selama lima puluh tahun.

Kontrak tersebut termasuk pembentukan dewan direksi yang terdiri dari tiga anggota Suriah dan tiga perusahaan Rusia, termasuk presiden, dan menetapkan jangka waktu enam tahun untuk menyelesaikan perluasan pelabuhan, yang didirikan oleh perusahaan Denmark pada tahun 1960.

“Kontrak tersebut mentransfer manajemen pelabuhan ke perusahaan Rusia dan bukan propertinya,” kata SANA mengutip Menteri Ali Hamoud.

BACA JUGA  PBB: 130 Ribu Warga di Suriah Ngungsi Akibat Pertempuran Militer Turki VS YPG

Ia menambahkan bahwa ini langkah terbaik bagi pelabuhan untuk mendapatkan keuntungan dari lokasi strategis dan mencapai pengembalian yang menguntungkan. Pelabuhan ini menjadi gerbang investasi ekonomi dan komersial untuk Suriah di Mediterania.

Hamoud berbicara tentang “sejumlah manfaat” termasuk “menghasilkan keuntungan besar yang membentuk 25 persen dari pendapatan, terlepas dari biaya” yang dapat “mencapai” dengan produksi meningkat menjadi 35 persen.

Keuntungan lain, lanjutnya, investasi ini mampu memompa $ 50 juta untuk mengembangkan pelabuhan saat ini dan membuat pelabuhan baru di sampingnya, dengan kapasitas 40 juta ton, bukannya 12 juta ton, dan 2,5 juta kontainer, bukan 400 ribu kontainer saat ini, dan kedalaman hingga 18 meter.

Pada April, Kementerian Transportasi menetapkan biaya untuk memperluas dan memodernisasi infrastruktur dan menyiapkan pelabuhan baru hingga melebihi $ 500 juta.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga