Dua Kapal Tanker Diserang Saat Melintas Teluk Oman

KIBLAT.NET, Oman – Armada Angkatan Laut Kelima AS mengatakan pihaknya menerima “panggilan darurat” pada Kamis pagi (13/06/2019) dari dua kapal tanker minyak. Dua kapal itu diserang saat melintas di Teluk Oman.

“Angkatan Laut AS di wilayah itu menerima dua panggilan bahaya berbeda pada pukul 6:12 pagi waktu setempat dan yang kedua pada pukul 7:00 pagi. Kapal-kapal Angkatan Laut AS dikerahkan di daerah itu dan memberikan bantuan,” kata pernyataan angkatan laut AS yang bermarkas di Bahrain itu seperti dilansir AFP.

Sejumlah sumber para pekerja di industri perkalapan di laut Asia mengatakan bahwa salah satu kapal, yang disebut Front Alter, yang dibangun pada 2016 dan mengibarkan bendera Kepulauan Marshall, terlihat terbakar di dekat Teluk Oman.

Sementara itu, Perusahaan manajemen Kapal BSM di Singapura mengumumkan bahwa salah satu kapal tankernya, Kokoka Corrigos, menjadi target “insiden keamanan”. Sebanyak 21 awak meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri.

TV Iran, Press TV, melaporkan dalam bahasa Inggris di Twitter sebelumnya bahwa dua kapal tanker diserang di Teluk Oman.

Para diplomat mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB akan membahas dalam sidang tertutup pada Kamis situasi di Teluk setelah serangan terhadap kapal tanker minyak, atas permintaan Amerika Serikat.

Norwegia Konfirmasi Kapal Tankernya Jadi Target

Otoritas kemaritiman Norwegia mengkonfirmasi bahwa kapal tanker “Front Alter” yang diserang merupakan milik perusahaan Frontline Norwegia. Kapal itu diserang saat berlayar di Teluk Oman antara Uni Emirat Arab dan Iran. Terdengar tiga ledakan dari kapal. Para awak kapal selamat.

BACA JUGA  Kuwait Tangkap Anggota Ikhwanul Muslimin

Badan Urusan Maritim Norwegia menambahkan dalam pernyataan terpisah bahwa kapal lainnya bernama ” Kokoka Corrigos ” juga mengalami serangan yang sama di wilayah yang sama.

Badan tersebut menjelaskan, api membakar kapan tanker “Front Alter”, yang memuat sekitar 110 ribu ton lebih minyak.

Otoritas Angkatan Laut meminta kapal-kapal Norwegia untuk “sangat waspada” di daerah itu.

Bulan lalu, empat kapal, dua kapal tanker minyak Saudi, satu kapal tanker minyak Norwegia, dan satu kapal kargo UEA rusak dalam “sabotase” di laut lepas emirat Fujairah di luar Selat Hormuz, menurut Abu Dhabi.

Sabotase terhadap kapal tanker ini terjadi di saat ketegangan meningkat antara Iran dan AS yang melibatkan negara-negara sekutunya di Timur Tengah. AS menuduh Iran di balik serangkaian serangan sabotase itu.

Sumber: France24
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga