Datangi Muhammadiyah, Delegasi Bangsamoro Bahas Soal Pendidikan

Foto: Wakil Menteri Pendidikan Madrasah daerah otonom Bangsamoro, Ismael Abdullah (kanan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Delegasi dari Kementerian Pendidikan Bangsamoro bertemu dengan Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah.

Wakil Menteri Pendidikan Madrasah daerah otonom Bangsamoro, Ismael Abdullah mengatakan Bangsamoro yang baru saja mendapatkan otonomi khusus perlu mempelajari model pendidikan Islam dari Muhammadiyah.

Menurutnya, sebelum mendapatkan otonomi, Bangsamoro dijejali dengan pendidikan sekuler.

“Selama ini sebelum mendapatkan otonomi, yang didapat oleh anak-anak Bangsamoro adalah pendidikan sekuler. Sehingga kami perlu belajar kepada Muhammadiyah sebelum menerapkan pendidikan Islam,” Ujarnya di Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (21/06/2019)

“Saat ini, kita hanya memiliki beberapa madrasah swasta yang mendapatkan bantuan pemerintah pusat Filipina,” sambungnya.

Ismael mengatakan dirinya sengaja datang ke Jakarta bersama jajarannya untuk belajar mengenai pengelolaan madrasah di Indonesia. Khususnya belajar kepada Muhammadiyah. “Kami ingin tahu bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah dalam mengelola madrasah,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sekertaris LHKI, Wachid Ridwan mendemonstrasikan beberapa kurikulum pendidikan Muhammadiyah. Dari mulai tujuan pendidikan Muhammadiyah hingga sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berprestasi.

Menurut pantauan Kiblat.net, ada 25 delegasi Bangsamoro yang hadir dalam pertemuan. Mereka datang mendekati pukul 14.00 WIB. Saat masuk ke gedung Muhammadiyah, mereka mengucapkan salam dan bertegur sapa kepada orang-orang yang ada di dalam gedung.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga