Negosiasi Ketujuh Taliban-AS Berlangsung Alot, Mulla Baradar Turun Tangan

Foto: Wakil pimpinan Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar dalam sebuah tim delegasi Imarah Islam

KIBLAT.NET, Doha – Kepala kantor biro politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, pada Senin (01/07/2019), bergabung dengan delegasi diplomat Taliban dalam putaran ketujuh negosiasi damai dengan pejabat-pejabat AS di Doha. Menurut sejumlah sumber Taliban di Qatar, pemimpin senior ini berupaya membantu memecahkan sejumlah perbedaan mengenahi draft kesepakatan yang sebelumnya dicapai.

Taliban sebelumnya menyatakan mencapai kesepakatan dengan AS mengenahi jadwal penarikan pasukan asing, termasuk jaminan Taliban untuk tidak mengijinkan wilayah Afghanistan dipakai sebagai basis serangan terhadap AS dan sekutu-sekutunya maupun negara lainnya. Demikian juga sempat muncul kabar di kalangan pejabat Taliban bahwa keputusan negosiasi Qatar yang kemungkinan akan diumumkan pada Senin akan menjadi sebuah kesuksesan bagi Imarah Islam.

Meski demikian, sampai menit terakhir hari Senin belum ada kesepakatan apapun. Beberapa sumber mengatakan putaran negosiasi kali ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari, dan hari Senin merupakan hari terakhir. Tetapi kemudian sumber-sumber Taliban mengatakan pembicaraan akan dilanjutkan kembali pada Selasa.

Mullah Baradar juga berjumpa dengan utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, di lokasi pertemuan untuk finalisasi kesepakatan. Delegasi Taliban kali ini diketuai oleh Sher Abbas Stanekzai, sementara Mullah Baradar mulai bergabung dengan tim negosiator pada Senin, hari ketiga.

Di tengah proses negosiasi, juru bicara kantor biro politik Taliban di Qatar Suhail Shaheen mengatakan bahwa negosiasi internal dengan elemen Afghan akan dimulai setelah jadwal penarikan mundur pasukan asing diumumkan dengan kehadiran para penjamin internasional. “Tetapi tidak akan ada pembicaraan dengan pemerintah Kabul dalam kapasitas resmi mereka,” kata Suhail Shaheen di Twitter sehari setelah Menteri Luar Negeri Afghan mengumumkan Jerman akan menjadi tuan rumah pertemuan antara perwakilan Taliban dengan pemerintah Afghan bulan ini. Menteri Luar Negeri Afghan Sibghatullah Ahmadi mengklaim saat berbicara kepada wartawan di Kabul pada hari Senin lalu bahwa pembicaraan langsung antara Taliban dengan pemerintah Afghan kemungkinan akan dimulai dalam dua pekan ke depan.

BACA JUGA  Trump: Negosiasi dengan Taliban Berjalan Sangat Baik

Kedua pihak, Taliban dan AS, tengah berusaha menepis perbedaan apakah menggunakan istilah ‘Imarah Islam’ ataukah ‘Taliban’ dalam draft persetujuan. Sumber tersebut menambahkan, di satu pihak AS menentang penggunaan kata ‘Imarah Islam’, sebaliknya Taliban bersikeras untuk menggunakan istilah tersebut yang menjadi nama resmi pemerintahan Taliban sejak 1996 s/d 2001. Penggunaan istilah ‘Imarah Islam’ untuk penamaan kantor biro politik di Qatar pada tahun 2013 juga sempat membuat tidak nyaman mantan presiden Hamid Karzai yang kemudian diikuti dengan protes di dekat lokasi kantor perwakilan tersebut beberapa hari setelah dibuka secara resmi.

Baik Taliban maupun AS dilaporkan telah setuju dengan sebuah draft pada putaran sebelumnya di bulan Mei terkait penarikan pasukan dan kontraterorisme. Dan sejumlah sumber saat ini mengatakan mereka tengah memperkenalkan beberapa amandemen dan penulisan ulang draft tersebut. Di tengah proses finalisasi kesepakatan damai yang dilakukan pihak Taliban & AS dalam putaran ketujuh negosiasi ini, upaya dialog internal Afghan juga sedang didorong untuk memutuskan masa depan Afghanistan.

Juru bicara Suhail Shaheen mengatakan kepada Daily Times bahwa Jerman, Uzbekistan, dan Indonesia telah menawarkan menjadi mediator dan tuan rumah dialog intra-Afghan, namun sejauh ini Taliban belum memberikan jawaban. Daily Times mencatat bahwa sebelumnya Pakistan telah mengundang Taliban untuk menghadiri konferensi perdamaian Afghan di Bhurban pada tanggal 23 Juni lalu namun Taliban menolak hadir.

BACA JUGA  Saudara Pemimpin Taliban Terbunuh dalam Serangan Bom di Masjid

Sejumlah tokoh senior Afghan termasuk pemimpin Hizb-e-Islami, Hekmatyar, yang menghadiri pertemuan Bhurban telah menemui PM Pakistan Imran Khan. Mereka mendorong Khan untuk membantu terwujudnya dialog intra-Afghan. “Saya dan beberapa anggota delegasi meminta PM Imran Khan untuk mendorong Taliban bergabung dengan forum dialog dengan pemerintah Kabul. Seandainya Taliban tidak setuju, seharusnya mereka terlebih dahulu duduk dan bertemu dengan para pemimpin politik Afghan yang akan bisa memutuskan mengenahi dialog intra-Afghan,” kata Hekmatyar di Islamabad pekan lalu.

Sumber: Daily Times
Redaktur: YasinMuslim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Putaran Kesembilan Negosiasi Taliban-AS Dibuka

Afghanistan - Jum'at, 23/08/2019 08:37