Bappenas Klaim Ibu Kota Dipindah untuk Pemerataan Ekonomi

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro memaparkan dasar tujuan pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia. Ia mengklaim bahwa pemindahan ibu kota untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Ia menjelaskan, denyut ekonomi Indonesia kini berada di Jakarta dan sekitarnya serta pulau Jawa secara umum. Akibatnya pulau Jawa menjadi sangat padat dengan ekonomi yang sangat tinggi sehingga menciptakan ketimpangan dengan pulau luar Jawa.

“Jawa saat ini menjadi rumah bagi 150 juta penduduk kita. Jadi mayoritas penduduk kita menghuni pulau Jawa, padahal wilayahnya lebih luas yang diluar Jawa,”kata Bambang di gedung Bappenas pada Rabu (10/07/2019).

Ia menambahkan, ekonomi Indonesia sebesar 58% berada di Jawa, sedangkan 42% sisanya terbagi di pulau-pulau non-jawa lainnya. Bahkan untuk Jabodetabek sendiri, share PDB- nya mencapai 20% atau seperlima di Indonesia.

Bambang pun pesimis angka tersebut akan turun. Sebab, rata-rata pertumbuhan ekonomi di Jawa tiap tahunnya tumbuh 5,6%, sedangkan luar jawa hanya 4,7% saja.

“Jadi, beban di Pulau Jawa ini luar biasa dari segi penduduk dan ekonomi. Kalau kita tidak segera menanggapi ini dengan serius, maka ketimpangan akan semakin meluas,” imbuhnya.

Seiring dengan pemindahan Ibu Kota, Bambang juga memaparkan rencana lainnya untuk mengurang ketimpangan di Indonesia. Mulai dari industrialisasi sumber daya alam di luar jawa, mengembangkan berbagai kawasan ekonomi, dan mengembangkan 6 wilayah metropolitan di luar jawa.

BACA JUGA  Para Perusuh Teridentifikasi Bukan Warga Asli Wamena

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Komisi V DPR: Pemindahan Ibu Kota untuk Apa?

Indonesia - Sabtu, 17/08/2019 10:25