Lagi, 27 Tersangka Ricuh 21-22 Mei Mendapat Penangguhan Penahanan

Foto: Bentrokan di dapan Bawaslu dalam aksi protes kecurangan Pemilu 2019 yang berujung ricuh pada 21-22 Mei (Jundii/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Advokasi Bantuan Hukum Front (BHF), kembali melakukan penangguhan penahanan terhadap beberapa tersangka kerusuhan 21-22 Mei. Anggota BHF, Aziz Yanuar menyebut, saat ini total tersangka yang berhasil ditangguhkan dari BHF ada 132 orang.

“Alhamdulillah, terbaru ada 27 orang yang berhasil ditangguhkan, mayoritas warga Jabodetabek. Tapi ada juga yang dari daerah,” ujar Aziz melalui pesan singkat, Kamis (11/08/2019).

Aziz menyebut, dari total 400 lebih orang yang disangka melakukan pengrusakan maupun melawan petugas dalam kerusuhan 21-22 Mei, beberapa di antaranya berkasnya sudah dilimpahkan dari kepolisian ke kejaksaan.

“Meski sudah ditangguhkan dan keluar dari penjara, kasusnya masih terus berjalan, beberapanya sudah masuk ke pengadilan,” ujar Aziz.

Selain itu, anggota BHF Mirza Zulkarnaen, menjelaskan, 27 orang yang ditangguhkan dari Polres Jakarta Barat hari ini rata-rata adalah pekerja.

Sebagaimana diketahui, sejak 21-22 Mei, ratusan orang ditangkap karena diduga turut melawan polisi dan melakukan pengrusakan serta pembakaran fasilitas umum. Atas penangkapan itu, sebagian besarnya ditetapkan sebagai tersangka.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga