Rudal Jet Suriah Lumpuhkan Satu-satunya Rumah Sakit di Jisr Al-Shugour

Foto: Kota Jisr Al-Shugour di pedesaan Idlib hancur akibat serangan udara rezim Suriah/ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Serangan udara militer Suriah pada Rabu (10/07/2019) kembali melumpuhkan rumah sakit di kota Jisr Al-Shugour, Suriah utara. Itu menjadi rumah sakit terakhir yang beroperasi di wilayah paling panas tersebut.

Direktur rumah sakit, Bassam Al-Khatib, menuturkan bahwa insiden penyerangan fasilitas medis itu terjadi sekitar pukul 9:30 waktu setempat. Rudal menghancurkan generator pembangkit listrik sehingga pelayanan lumpuh.

“Setidaknya dua roket menghantam kami sehingga menyebabkan rumah sakit lumpuh karena generator hancur total,” kata Khatib seperti dilansir Al-Sarq Al-Ausath.

Ia menunjukkan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya itu merupakan satu-satunya puat pelayanan medis yang menjadi rujukan warga Jisr Al-Shughour dan desa-desa sekitarnya.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) menambahkan, serangan di rumah sakit itu menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil, termasuk tiga anak. Tidak dijelaskan rincian identitas para korban apakah dari pegawai, pasien atau pengunjung rumah sakit.

Empat warga sipil, lanjut SOHR, juga tewas dalam serangan menargetkan lingkungan di dekat rumah sakit. Di antara korban itu anak-anak.

Sejak dua bulan terakhir, Idlib menjadi saksi eskalasi militer rezim Assad dan Rusia. Dua pasukan sekutu itu berupaya memperluas kekuasaan melali kampanye militer. Ratusan korban sipil tewas dan ribuan luka-luka serta ratusan ribu terusir.

Suriah dan Rusia menerapkan strategi-strategi sebelumnya dengan mengincar pusat-pusat pelayanan medis dan pelayanan publik lainnya. Strategi itu berhasil memaksa pejuang oposisi di Aleppo dan pedesaan Damaskus menyerah. Namun di Idlib, nampaknya perlawanan pejuang masih sangat tangguh.

BACA JUGA  Turki Dikabarkan Akan Melebur Faksi-faksi Oposisi Suriah yang Didukungnya

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga