40 Hari Pasca Kudeta Militer, Demonstran Tuntut Keadilan atas Korban Sipil

KIBLAT.NET -40 Hari Pasca Kudeta Militer, Demonstran Tuntut Keadilan atas Korban Sipil. Hari ke-40 sejak pembubaran pendemo di luar markas tentara yang menewaskan lebih dari 100 orang, Sudan masih menyisakan ketegangan. Hari Sabtu kemarin, 13 Juli 2019, ribuan demonstran melakukan protes di Khartum dan kota-kota lain.

Mereka meneriakkan “darah dibalas dengan darah, kami tidak akan menerima kompensasi”, sebagai tuntutan atas korban jiwa pada pembubaran massa kala itu.

Kerumunan demonstran berbaris melalui jalan-jalan utama kota pantai Laut Merah di Port Sudan, dan kota-kota pusat Madani dan Al-Obeid, kata saksi mata.

Banyak pemrotes membawa spanduk bertuliskan “Justice for Martyrs (Keadilan bagi Para Syuhada”, sementara yang lain memegang foto-foto para demonstran yang terbunuh dalam serangan itu.

Serangan 3 Juni terjadi setelah pembicaraan antara para pemimpin protes dan para jenderal militer tidak menemukan titik temu, tentang siapa yang harus memimpin badan pemerintahan baru: warga sipil atau tentara. Seperti diketahui militer telah merebut kekuasaan setelah penggulingan al-Bashir.

Demonstran mengatakan pasukan keamanan telah membunuh sedikitnya 128 orang selama pembubaran dan penumpasan berikutnya. Namun pihak berwenang, menyebutkan jumlah korban tewas di 61, termasuk tiga dari pasukan keamanan.

Demonstrasi juga memberi tekanan pada Dewan Transisi Militer (TMC) yang berkuasa karena diperkirakan akan bertemu dengan perwakilan aliansi Kebebasan dan Perubahan – persatuan kelompok-kelompok yang memprotes – dan menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan.

BACA JUGA  UAE Segera Operasikan PLTN Pertama di Jazirah Arab

Redaktur: Salem
Sumber: Al-Jazeera


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Omar Al-Bashir Mulai Diadili Atas Kasus Korupsi

Afrika - Kamis, 01/08/2019 07:35