Arab Saudi Tunda Pengadilan Salman al-Audah hingga Desembar

Foto: (dari kiri) Syaikh Salman al-Audah, Awad al-Qarni dan Ali al-Omari

KIBLAT.NET, Riyadh – Pengadilan Saudi menunda pengadilan terhadap ulama terkemuka Salman al-Audah hingga bulan Desember. Putra al-Audah mengungkapkan, ayahnya dapat dituntut hukuman mati atas tuduhan terkait terorisme.

Jaksa penuntut umum meminta hukuman maksimum untuk al-Audah (62 tahun) pada sidang rahasia terakhir pada bulan Mei atas tuduhan termasuk “menyebarkan perselisihan dan hasutan terhadap penguasa”.

“Setelah menunggu lima jam, mereka menunda sampai Desember,” kata putranya Abdullah al-Audah, yang berada di Amerika Serikat, kepada Reuters tentang sidang yang dijadwalkan pada hari Ahad (28/07/2019).

Salman al-Aadah adalah satu dari puluhan ulama, aktivis, dan intelektual yang ditangkap sejak Pangeran Mahkota Saudi Muhammad bin Salman naik ke tampuk kekuasaan pada 2017, ketika kerajaan konservatif memberlakukan sejumlah reformasi sosial dan ekonomi.

Amnesty International pada hari Jumat mengkritik “pengadilan palsu” dan meminta pihak berwenang Saudi untuk membebaskan al-Audah dan membatalkan semua tuduhan terhadapnya.

Al-Audah telah “mengalami hal yang mengerikan, termasuk penahanan pra-persidangan yang berkepanjangan, berbulan-bulan kurungan isolasi, penahanan tanpa komunikasi dan perlakuan buruk lainnya – semua pelanggaran mencolok terhadap haknya untuk peradilan yang adil,” kata Lynn Maalouf, Direktur Riset Timur Tengah Amnesty.

Kantor komunikasi pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait penundaan sidang.

Setelah sebelumnya mengkritik pemerintah tentang hak asasi manusia, al-Audah ditangkap pada September 2017 di rumahnya beberapa jam setelah dia memposting di Twitter agar Qatar dan Arab Saudi untuk mengakhiri pertikaian diplomatik.

BACA JUGA  Ketika Hujan Mendinginkan Jemaah Haji di Arafah

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga