Omar Al-Bashir Mulai Diadili Atas Kasus Korupsi

Foto: Presiden Sudan Omar al-Bashir

KIBLAT.NET, Khartoum – Mantan Presiden Sudan, Omar Al-Bashir, akan dihadapkan ke pengadilan pada 17 Agustus atas tuduhan korupsi. Demikian keterangan kuasa hukum setelah Bashir tidak dapat dipindahkan ke ruang sidang pada Rabu (31/07/2019) di Khartoum selatan karena alasan keamanan.

“Rabu adalah pengadilan pertamanya, tetapi pihak berwenang tidak bisa membawanya ke pengadilan karena alasan keamanan, sehingga hakim mengatakan kepada kami bahwa persidangan akan dimulai pada 17 Agustus,” ungkap kuasa hukum Bashir, Hisham Al-Jaali kepada AFP.

Ia berharap persidangan mendatang dipindah ke pengadilan terdekat dengan penjara tempat penahanan Bashir. Hal itu untuk memudahkan dan menghindari kemungkinan ancaman keamanan.

Jaali mengungkapnya bahwa kliennya hanya menghadapi satu persidangan dalam kasus korupsi.

“Tuduhan terhadap Bashir terkait dengan jumlah 7 juta euro yang telah diterima Sudan dari donor ke Sudan di luar anggaran,” katanya.

Pada bagiannya, Komite Pembela Bashir, Ahmad Ibrahim Thahir, mengatakan bahwa Bashir menghadapi kasus biasa. Kasus yang dihadapinya murni pelanggaran pidana dan tidak ada latar belakang politik

Pada 15 Juni, mantan Jaksa Agung Walid Ahmed Sayed Ahmed mengatakan bahwa “presiden terkudeta Bashir akan dibawa ke pengadilan dengan tuduhan kekayaan yang kejam dan kepemilikan valuta asing.

Bashir naik ke tampuk kekuasaan dalam kudeta yang didukung oleh kelompok Islam pada tahun 1989, sebelum digulingkan oleh tentara pada 11 April menyusul protes luas yang dimulai pada 19 Desember.

Demonstrasi terhadap pemerintahan Bashir dimulai setelah pemerintahnya menaikkan harga roti tiga kali. Aksi massa itu merembet ke banyak wilayah sehingga menggulingnnya di masa pemerintahannya ke 30 tahun.

Sudan menderita korupsi yang merajalela di masa pemerintahannya dengan peringkat 172 di antara 180 negara, menurut Indeks Persepsi Korupsi Transparency International.

April lalu, Presiden Abdul Fattah al-Burhan, kepala junta yang berkuasa, mengumumkan bahwa uang kertas senilai $ 113 juta telah ditemukan dalam tiga mata uang berbeda di kediaman Bashir.

Satu tim intelijen militer, dinas keamanan, dinas intelijen, polisi dan jaksa menemukan tujuh juta euro ($ 7,8 juta), 350.000 dolar dan lima miliar pound Sudan (105 juta dolar) selama pencarian di rumah Bashir.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga