Alpukat, Komoditi Andalan Petani Palestina di Tepi Barat

Foto: Alpukat

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Lima tahun lalu, Yusef Abu Daher, seorang petani dari Qalqilya, di Tepi Barat utara, memutuskan untuk menanam alpukat di tanahnya.

Ternyata, pilihannya untuk menanam buah berkulit hijau itu tepat. Prospek pemasaran alpukat meningkat, baik di dalam dan di luar wilayah Palestina. Harganya, yang terus lebih tinggi daripada tanaman lainnya, menjadikannya buah yang menarik untuk tumbuh.

Abu Daher adalah satu di antara sekitar 400 petani alpukat di Qalqilya yang telah memilih untuk membudidayakan buah itu, yang panennya dimulai bulan ini.

Abu Daher memilih alpukat karena lebih murah dan lebih mudah untuk ditanam daripada tanaman tradisional lainnya. Harga alpukat juga lebih stabil sepanjang musim panen, yang dijual tidak kurang dari tujuh syikal (Rp 28.500) per kilogram di pasar lokal. Alasan lain adalah permintaan tinggi di pasar Palestina dan prospek untuk ekspor.

Abu Daher menanam beragam alpukat lebih dari 30 dunam, setiap tahunnya rata-rata menghasilkan 150 ton buah. Satu-satunya kendala yang dia hadapi adalah penyakit karena cuaca, yang mengharuskannya, dan petani lainnya, untuk memanfaatkan pengetahuan seorang buruh Palestina yang bekerja dengan alpukat di pertanian Israel.

Ahmad Eid, direktur biro Qalqilya dari Kementerian Pertanian Otoritas Palestina (PA), mengatakan bahwa potensi keuntungan ekonomi dari tanaman alpukat memang menjadi perhatian kementerian.

Bahkan, ia menegaskan, kementerian telah melatih insinyur pertanian untuk memberikan informasi kepada petani sebagai bagian dari rencana yang dikembangkan 10 tahun lalu untuk meningkatkan budidaya alpukat.

BACA JUGA  Israel Ubah Masjid Jadi Bar, Restoran hingga Museum

Sumber: Al-Monitor
Redaktur: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga