Korban Kekeringan di Pacitan Terima Bantuan Air Bersih dari One Care

Foto: Lembaga kemanusiaan One Care menyalurkan bantuan air bersih kepada korban kekeringan di wilayah Kabupaten Pacitan

KIBLAT.NET, Jakarta – Puluhan desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilanda kekeringan pada musim kemarau kali ini. Diperkirakan, kekeringan akan terus meluas sebagai dampak kemarau yang berkepanjangan.

Menjawab situasi tersebut, lembaga kemanusiaan One Care pada Senin (05-08-2019), mendistribusikan air bersih untuk untuk warga korban kekeringan di Pacitan. Air bersih disalurkan untuk 70 KK di dua kecamatan.

Suplai air One Care menyasar sekitar 30 KK di Dusun Krajan, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Pacitan dan 40 KK di Dusun Blimbing, Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.

Distribusi air bersih ini merupakan bentuk ikhtiar membantu masyarakat yang kesulitan air bersih akibat kemarau yang melanda beberapa kawasan di Pacitan. Ketika kendaraan pengangkut air bersih tiba, masyarakat langsung mengantre menggunakan ember dan jeriken.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Didik Alih Wibowo mengemukakan, pada 2018, BPBD Pacitan mencatat kekeringan di 25 desa, namun tahun ini jumlahnya membengkak menjadi 45 desa. Diperkirakan, jumlahnya masih bisa bertambah sebagai dampak kemarau yang lebih awal datang.

Desa-desa itu, katanya, mayoritas mengalami kering kritis. Sedangkan, beberapa desa yang lain kategori kering langka. Ia mengemukakan desa yang dikategorikan kering kritis artinya tidak memiliki ketersediaan air bersih sama sekali. Sedangkan kering langka pada dasarnya masih memiliki sumber air, namun dalam jumlah terbatas dan hanya bisa memenuhi kebutuhan air dalam jangka waktu tidak lama.

BACA JUGA  STAI Luqman al-Hakim Surabaya Tugaskan 35 Wisudawan ke Pelosok Negeri

One Care terus berupaya menjangkau lebih banyak wilayah kekeringan di Kabupaten Pacitan. Donasi dan dukungan teman-teman kemanusiaan sangan dibutuhkan untuk membantu mereka yang membutuhkan air bersih.

Kontributor: Muhammad Syafei

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga