Sniper Israel Incar Wartawan Peliput Demonstrasi di Perbatasan dengan Gaza

Foto: Tentara Israel dengan senapan Ruger.

KIBLAT.NET, Gaza – Wartawan palestina yang meliput demonstrasi pekanan di perbatasan Gaza-Israel menjadi sasaran penembak jitu Israel, yang ditempatkan di sepanjang tembok yang mengelilingi Gaza.

Sejak protes atau demonstrasi dimulai pada bulan Maret 2018 lalu, diketahui dua wartawan ditembak mati dan belasan lainnya terluka oleh peluru Israel di dekat lokasi demonstrasi.

Menurut lembaga Journalist Support Committee (JSC), seperti dilansir dari Anadolu Agency baru-baru ini, dua wartawan tertembak peluru saat meliput demonstrasi terhadap pendudukan Israel pekan lalu.

Dua wartawan yang menjadi korban adalah Osama Al-Kahlout dan Hatem Omar. Al-Kahlout yang merupakan jurnalis foto menderita luka tembak peluru tajam di kaki Sementara Omar, yang bekerja untuk kantor berita Xinhua China, terluka oleh peluru karet.

“Tidak ada yang memiliki kekebalan di sepanjang perbatasan Gaza,” kata Al-Kahlout (33) yang tertembak saat meliput di timur kamp pengungsi Al-Bureij di Jalur Gaza tengah.

“Pasukan pendudukan [Israel] menargetkan wartawan, paramedis, warga dan bahkan orang cacat. Semua orang berada dalam target penembak jitu Israel,” imbuhnya.

Al-Kahlout menuturkan, sebelum tertembak ia sempat menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal. Ia percaya bahwa panggilan itu dari tentara Israel sehingga Al-Kahlout dapat secara akurat ditemukan dan ditargetkan secara langsung.

Dia mengkonfirmasi bahwa saat kejadian, dia sudah mengenakan rompi anti peluru bertulis pers dan meliput di daerah yang relatif jauh dari para demonstran.

BACA JUGA  Puluhan Jurnalis Terluka Karena Agresi Israel di Jalur Gaza

Sebelumnya, imbuh Al-Kahlout,empat wartawan juga terluka tembak ketika meliput di daerah di mana dia ditembak, di timur kamp pengungsi al-Bureij.

“Pasukan Israel menargetkan wartawan dalam upaya untuk mencegah wartawan mengungkap kejahatan dan pelanggaran mereka terhadap peserta demonstrasi damai ke dunia,” katanya.

Sementara itu, Omar d ditembak dengan peluru karet saat meliput demonstrasi di sebelah timur kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

“Saya ditembak oleh dua peluru karet di kedua kaki, meskipun saya mengenakan perisai pers dan bekerja di daerah yang jauh dari para demonstran,” kata Omar.

Omar menambahkan, dalam banyak kejadian, kelompok wartawan juga menjadi sasaran gas air mata atau peluru saat bekerja di daerah yang jauh dari para demonstran.

Ahmed Ghanem, seorang koresponden untuk televisi Al-Mayadin, mengatakan tentara Israel menargetkan wartawan “untuk mencegah mereka melakukan tugas mereka”.

“Para jurnalis Palestina telah membuktikan kekuatan dan kemampuan mereka untuk mengungkap kejahatan pendudukan dan untuk menyampaikan pesan orang-orang Palestina di Gaza kepada dunia. Ini mengganggu Israel dan mempermalukannya di hadapan komunitas internasional,” ujarnya.

Ghanem juga meminta organisasi hak asasi manusia untuk memberikan perlindungan kepada wartawan Palestina dari serangan Israel.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur; Qoid

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga