Khutbah Wukuf di Arafah, Ini yang Disampaikan Habib Rizieq

Foto: Habib Rizieq Syihab

KIBLAT.NET, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab memberikan ceramah saat pelaksanaan wukuf di Padang Arafah. Di awal, ia menyampaikan tentang arti dari taqwa.

“Taqwa kepada adalah menjalankan segala perintah Allah. apa yang Allah perintahkan kita laksanakan. Allah memerintahkan menegakkan hukumnya, tegakkan. Juga menjauhi segala larangan. Apapun larangannya, kita tinggalkan. Itu semua harus dengan niat mengharap ridho Allah,” katanya seperti video yang diupload oleh chanel Pecinta Habib Rizieq Syihab di Youtube.

Ia lantas berbicara tentang makna dari ibadah wukuf di Padang Arafah. Menurutnya, semua umat Islam yang ada di tempat tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu ampunan dari Allah.

“Maka celaka orang yang duduk di Padang Arafah tapi tidak mendapat ampunan dari Allah. mari isi wukuf dengan iman kepada Allah, istighfar, bertekad tidak mengulangi kesalahan,” ucapnya.

Selain itu, wukuf juga menggambarkan kesamaan kedudukan manusia di hadapan Allah. Sebab, seluruh umat Islam mengenakan pakaian yang sama, meninggalkan status, jabatan pakaian yang mereka miliki.

“Wukuf mengajarkan menjunjung tinggi persamaan di antara umat manusia, lebih khusus umat Islam. Kita gunakan pakaian sama, kita gelorakan semangat persatuan dan berukhuwah,” tuturnya.

Habib Rizieq juga meminta jamaah haji mengambil hikmah dari kisan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar. Sebab, mereka memiliki iman yang totalitas dan tanpa keraguan kepada Allah.

BACA JUGA  Hari Arafah, Renungan Kesempurnaan Islam

“Maka kalau itu sudah perntah Allah, kerjakan saja. Apa yang nabi perintahkan laksanakan. Minuman keras diharamkan, jangan protes. Jangan banyak alasan, minuman keras kan bisa menyerap tenaga kerja, innalilahi wa innailaihi rojiun. Sekali haram tetap haram,” tegasnya.

Terakhir, ia menekankan bahwa ayat suci harus diletakkan di atas ayat konsitusi. Ayat suci, kata dia, itu harga mati untuk ditaati. Tapi ayat konsitusi itu tergantung keadaan, bisa direvisi, diamandemen. “Kalau ada ayat konsitusi yang bertentangan dengan ayat suci, harus kita tinggalkan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Puncak Haji Berakhir, 169 Jemaah Haji Indonesia Meninggal

Arab Saudi - Jum'at, 16/08/2019 16:36