Perundingan Kedelapan Taliban-AS Berakhir, Ini yang Dibahas

Foto: Negosiasi Taliban-AS

KIBLAT.NET, Kabul – Putaran kedelapan perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Taliban telah berakhir pada Senin (12/08/2019). Kedua belah pihak kembali untuk berkonsultasi dengan pemimpin masing-masing untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Perwakilan Taliban dan Amerika Serikat telah menggelar serangkaian perundingan yang dimulai sejak akhir tahun lalu. Amerika menawarkan penarikan pasukan sebagai ganti janji Taliban bahwa Afghanistan ke depannya tidak akan dijadikan basis perencanaan serangan di luar negeri.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan perundingan kedelapan tersebut berakhir Senin pagi. Sebelumnya, seorang pejabat Amerika mengungkapkan pertemuan kali ini membahas perincian teknis dan mekanisme implementasi kesepakatan.

“Itu berlangsung lama dan bermanfaat, kedua belah pihak memutuskan untuk berkonsultasi dengan para pemimpin/senior mereka untuk langkah selanjutnya,” kata Mujahid dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu para pejabat Amerika Serikat belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan. Namun kepala negosiator AS dan veteran diplomat Afghanistan-Amerika Zalmay Khalilzad pada Ahad (11/08/2019) mengatakan bahwa kedua belah pihak sedang bekerja keras agar tercipta “perjanjian perdamaian yang langgeng dan terhormat dan Afghanistan yang berdaulat, yang tidak mengancam negara mana pun.”

Perang di Afghanistan sampai saat ini terus berlanjut. Di sisi lain, dengan melibatkan diri dalam konflik di Negeri Mullah itu telah menimbulkan kerugian besar bagi Amerika Serikat.

Salah satu poin dalam rancangan kesepakatan itu adalah meminta Taliban untuk mengadakan perundingan pembagian kekuasaan dengan pemerintah boneka yang didukung Amerika Serikat. Sementara, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyebut bahwa negaranya akan memutuskan masa depannya sendiri dan bukan orang luar.

BACA JUGA  AS Tekan Taliban Berbagi Kekuasaan dan Gencatan Senjata

Ghani dan pemerintahnya memang tidak dilibatkan dalam negosiasi antara Taliban dan Washington. Pasalnya, Taliban tidak mengakui pemerintah dan menolak untuk berbicara dengannya.

“Masa depan kita tidak bisa diputuskan di luar, apakah di ibu kota teman atau tetangga kita. Nasib Afghanistan akan diputuskan di sini di Afghanistan,” kata Ghani dalam momen Idul Adha.

Sumber: Reuters
Redaktur: Qoid

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Putaran Kesembilan Negosiasi Taliban-AS Dibuka

Afghanistan - Jum'at, 23/08/2019 08:37