Komunitas Warteg Nusantara Ikut Tolak Pemindahan Ibu Kota

Foto: Warung Tegal (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunitas Warteg (Warung Tegal) Nusantara atau Kowantara ikut menanggapi wacana pemindahan ibu kota Indonesia yang santer diwacanakan akhir-akhir ini. Mereka menolak pemindahan dan menyatakan bahwa semestinya pemerintah fokus mengatasi masalah ekonomi.

“Komunitas Warteg (Warung Tegal) Nusantara disingkat Kowantara memberikan sikap menolak rencana pemindahan ibu kota ke tempat baru yang diwacanakan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Mukroni dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (24/08/2019).

Penolakan Kowantara itu didasarkan pada alasan bahwa pemindahan ibu kota membutuhkan anggaran yang cukup besar, sementara situasi ekonomi negera ini belum stabil. Hal itu merujuk pada kondisi daya beli masyarakat yang semakin turun dan naiknya harga bahan-bahan pokok.

Selain itu, kata Mukroni, pendapatan usaha kecil semakin menurun terutama warung-warung makan kecil seperti warteg (warung Tegal) dan lainnya, yang sepi dari pembeli karena daya beli masyarakat yang semakin sulit. Sementara, kesempatan kerja yang semakin sempit akibat dari banyak perusahaan yang tutup, mengakibatkan pengangguran semakin besar dan kemiskinan semakin meluas.

“Seharusnya serta kewajiban pemerintah untuk fokus mengatasi ekonomi untuk dijadikan prioritas utama seperti daya beli masyarakat yang semakin turun, harga-harga bahan pokok yang tinggi, pengangguran semakin besar, kemiskinan yang tinggi,” imbuhnya.

Menurut Mukroni, masalah-masalah ekonomi tersebut yang wajib dijadikan prioritas utama pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya. Wacana pemindahan ibu kota dinilainya justru menambah masalah-masalah baru nantinya.

BACA JUGA  Ini Dua "Kartu" Jokowi untuk Masyarakat Hadapi Corona

Kowantara berharap komunitas-komunitas lainnya juga menolak rencana pemindahan ibu kota ke tempat yang baru. “Dengan alasan kondisi ekonomi yang belum stabil,” pungkas Mukroni.

Reporter: Imam S.
Redaktur: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Komisi V DPR: Pemindahan Ibu Kota untuk Apa?

Indonesia - Sabtu, 17/08/2019 10:25