Kisah Muallaf : Untuk Apa Cari Solusi, Allah Ciptakan Manusia untuk Beribadah

Foto: Dewa Putu Sutrisna

KIBLAT.NET, Bekasi – Ahad malam atau malam minggu bagi sebagian anak muda biasanya dihabiskan dengan ngobrol, main game, atau jalan-jalan. Namun, Ahad malam kali ini (24/08/2019), beberapa anak muda berkumpul di Typica Caffe, Bekasi untuk mengikuti acara bertajuk ‘Dialog Iman’.

Dialog Iman ini berupa sharing dan cerita pengalaman inspiratif yang mendatangkan pembicara Dewa Putu Sutrisna, seorang mualaf mantan penganut Hindu dari Bali yang dulu berprofesi sebagai musisi, gitaris, pengarang musik, dan penulis lagu.

Menjadi muallaf sejak dua tahun lalu, Dewa memiliki kisah inspiratif tentang Islam dan tujuan diciptakannya manusia. Tiga bulan setelah mengucapkan Syahadat, istrinya hamil tua anak kedua, dan akan melahirkan. Dalam kondisi sudah menjadi muallaf, ia tinggalkan 2 label music, yang didalamnya ada 45 artis yang ia besarkan namanya. Ia tinggalkan itu semua dan mulai belajar Islam, sembari mendalami studi film.

Tak hanya meninggalkan mata pencahariannya yang berhubungan dengan musik. Bahkan, ketika berpindah keyakinan, Dewa mengaku masih memiliki total hutang mencapai 16 Miliar, sedangkan saat itu ia belum memiliki penghasilan lain.

Istrinya masuk ke rumah sakit karena usia kandungan yang sudah tua. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dilakukan operasi caesar, dengan biaya yang tidak murah. Dewa hanya bisa melihat wajah istrinya yang pucat dan menahan sakit yang sangat, sedangkan ia hanya bisa menggenggam tangan istrinya yang mulai melemah.

Setelah Sholat subuh, Dewa meninggalkan istrinya yang sedang dirawat di rumah sakit. “Karena pada saat itu punya uang hanya dua puluh enam ribu, saya tinggalkan istri saya. Saya datangi teman-teman yang mereka artis besar, dan saya tau saldo mereka, saya cari. Tunggu di depan rumahnya hingga setengah jam, karena sudah tidak dianggap lagi saya. Saya cari uang pinjaman. Jangankan diberikan, dipinjamkan saja tidak,” ujar Dewa dengan nafas tertahan.

Bukan hanya teman-teman artis saja yang menjauhinya. Dewa mengaku beberapa label musik bahkan memusuhinya karena dianggap mengajak talent label itu hijrah dan meninggalkan musik.

BACA JUGA  Ditangkap Saat Rusuh 21-22 Mei, Kader Muhammadiyah: Suruh Buka Baju dan Perut Saya Dipukul

Dari pagi sampai siang ia mencari pinjaman uang, namun ternyata sepeser rupiah belum juga didapatkan. Dewa pun ditelepon pihak rumah sakit untuk menandatangani suatu perjanjian.

“Saya dikasih surat sama suster, suratnya itu menandakan bahwa jika terjadi kematian janin atau ibu, saya tidak boleh menuntut rumah sakit. Saya ingat sekali wajah istri saya kesakitan,” ujarnya, kini dengan sedikit terisak.

“Waktu itu saya telepon Ustadz Khalid Bassalamah, minta petunjuk saat itu, bukan minta, bukan ngemis. Saya bilang sedang cari solusi untuk masalah saya, tidak bilang istri saya lagi hamil dan butuh uang,” ungkap Dewa.

Atas pertanyaan Dewa, Ustadz Khalid Bassalamah menjawab “Untuk apa cari solusi, Allah ciptakan manusia untuk ibadah. Jika kita punya masalah dan kesulitan, cek ibadah kita.”

Seketika itu juga Dewa tersadar, Sholat Dhuha terlewatkan, Sholat Dhuhur terlambat ia tunaikan. Seharian yang terbayang hanya wajah pucat istrinya di rumah sakit. “Saya ditampar dengan chat itu. Saya cari mushola di belakang rumah sakit, Saya hanya minta pada Allah ‘ya Allah, ampuni saya, saya orang dzalim, saya minta ya Allah selamatkan istri saya, selamatkan anak saya’,” doa itu terus Dewa panjatkan sampai setelah sholat Ashar.

Usai menunaikan Sholat Ashar, Dewa kembali ke ruangan di mana istrinya di rawat. Karena saking tuanya umur kandungan, bercak darah mulai mengalir hingga membasahi ranjang pasien.

“Saya kembali ke ruangan istri saya. Istri saya sudah pucat sekali, saya mengelap darahnya di kasur, saya cuma bisa pegang tanganya dan bilang “sabar ya ma”. (Dia) mengangguk saja sudah tidak kuat,” kenang Dewa.

Menjelang Maghrib, Dewa kedatangan teman muallafnya, seorang keturunan Cina yang juga prosedur musik. Temannya mengatahui Dewa di Rumah sakit dari tetangganya. Diceritakanlah bahwa Dewa sedang menunggui istrinya lahiran, tapi belum mempunyai uang untuk biaya kelahiran.

“Dia buka dompetnya, uangnya tinggal enam belas ribu. Saya lebih kaya dari dia. Tadinya saya pikir ya, Allah ngasih jawaban cepat sekali. Ternyata belum,” ujar Dewa.

BACA JUGA  WALHI Menduga Pemerintah Lindungi Aktor Kebakaran Hutan Kalimantan

Temannya mencari Dewa karena membutuhkan skill yang dimiliki Dewa untuk melejitkan perusahaan musiknya, ternyata temannya juga sedang dalam keadaan susah. Kedunya hanya terbengong, hingga tiba-tiba ponsel teman Dewa berbunyi, ada telepon dari seorang pemilik toko emas.

Melalui telepon, teman Dewa menyampaikan kepada rekannya pemilik toko emas bahwa dirinya sedang menemani Dewa di rumah sakit yang menunggui istrinya lahiran, namun belum mempunyai uang untuk biaya persalinan. “Demi Allah, tidak sampai dua menit, uang itu sampai. Anak saya lahir, perempuan sehat, istri saya sehat juga.”

Ia pun menyampaikan hikmah dari kejadian yang menurutnya adalah yang paling berat dalam hidupnya itu. “Ini sebenarnya kelemahan kita, kita lupa sama Allah, kita sibuk sama dunia. Nanti kalau kita sudah susah, kalau sudah kesulitan, sudah mentok, sudah sangat terpojok sekali, baru kita ingat Allah,” ujarnya.

Dewa pun mengungkapkan seharusnya manusia bersyukur, Allah mengingatkan hambanya untuk sholat lima kali sehari, bukan tiga kali atau satu kali. Supaya selalu ingat, bahwa harus selalu ingat kepada Allah.

“Sibuk dunia, sibuk dunia, sibuk dunia, kita lupa sama Allah, kita lupa kenapa Allah ciptakan Qiyamullail, kenapa kita disuruh sholat sunnah dua rokaat sebelum subuh, kenapa Allah suruh kita sholat Subuh. Allah ingin kita ingat DIA dulu, sebelum kita sekolah, kerja, atau aktivitas lain. inget Allah dulu, kalau kita sudah inget Allah, semua yang kita kerjakan akan dituntun sama Allah, semua yang kita kerjakan,” ujarnya.

Ia sempat meminta maaf karena menyampaikan cerita itu dalam keadaan yang cukup emosional, karena cerita yang ia sampaikan sudah lama tidak diceritakan, dan kisahnya adalah yang paling berat dalam hidupnya. Karena dulunya, Dewa adalah orang yang cukup dipandang dan sering foya-foya. “Ketika susah, orang gak mau liat saya. Tapi di sini saya dapat pelajaran yang luar biasa, kita tidak boleh lupakan Allah,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Ikuti Topik:

4 comments on “Kisah Muallaf : Untuk Apa Cari Solusi, Allah Ciptakan Manusia untuk Beribadah”

  1. Yor Dika Irmawan

    Masya Allah

  2. Luar biasa, semoga bisa menjadi ibroh bagi kita.. Dan semoga mas Dewa diberikan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan dunia dan akhirat, lahir dan batin. Aamiin..

  3. Ardi

    Allahhuakbar

  4. Yan yasni

    MasyaAllaah,…hanya orang pilihan Allah yg dapat hidayahNya.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Situs Satir Bilang O’Connor Murtad Lalu Masuk Hindu

Hoax Buster - Selasa, 30/10/2018 18:00