HRS Center: Syariat Islam Dapat Diterapkan dalam Sistem Hukum Nasional

Foto: Ketua Umum HRS Center, Abdul Chair Ramadhan (tengah)

KIBLAT.NET, Jakarta –  Lembaga Kajian Strategis HRS Center sudah berumur satu tahun. Dalam milad pertama ini, Ketua Umum HRS Centre, Abdul Chair Ramadhan menjelaskan bahwa Hukum Islam secara legal dan konstitusi dapat diterapkan dalam sistem hukum nasional.

“HRS center sebagaimana tujuan didirikan adalah untuk mempertemukan antara Islam sebagai agama dengan negara. Syariat Islam secara legal konstitusi dapat diterapkan dalam sistem hukum nasional,” ujarnya dalam peringatan Milad satu tahun HRS Center di Matraman, Selasa (03/09/2019).

Ia memaparkan, pada paham simbiotik paham agama dan negara saling bersinergi, tidak saling menegasikan. Karenanya, agama dan negara seling bersinggungan, ada berbagai kepentingan negara yang direstui oleh agama, dan lebih luas lagi, kepentingan agama yang bersifat fundamental dan universal dapat dijalankan.

Chair mengutip sebuah falsafah hukum, bahwa hukum agama itu dapat menjadi hukum negara. “Dalam rangka mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional, maka peranan Islam melalui syariat Islam sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” ujarnya.

Syariat islam sendiri di dalam sistem hukum nasional, tentunya akan menjadi suatu modal yang interaktif dan solutif. Selain itu, Chair menyebutkan bahwa perspektif hukum negara pancasila yang menegaskan kepastian hukum yang adil adalah sejalan dengan tujuan syariat islam itu sendiri.

“Dalam dimensi syariat islam bahwa pemanfaatan kemaslahatan adalah tujuan dari syariat. Sebab pendirian syariat adalah untuk kemaslahatan,” ujarnya.

BACA JUGA  Cegah Corona, Walikota Pekalongan Berlakukan Jam Malam

Karena ingin menciptakan negara yang adil dan makmur, Chair menyebut bahwa sudah sejak dahulu kala Islam telah menegaskan perintah untuk berlaku adil dalam banyak ayat, dan juga dicontohkan Nabi.

“Bahkan dijelaskan pula dalam kitab fiqih yang menjelaskan makna keadilan. Indonesia sebagai negara hukum tentunya sangat membutuhkan suatu model pembangunan hukum dalam upaya mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional. Syariat islam dapat menjadi rujukan dalam membangun model hukum yang dimaksud,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

RUU P-KS Dinilai Mengabaikan Adat

Indonesia - Kamis, 12/09/2019 13:39

HRS Center Akan Investigasi Pencekalan Habib Rizieq

Indonesia - Rabu, 04/09/2019 16:20