Arab Saudi Ingin Perkaya Uranium untuk Tenaga Nuklir

Foto: Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi ingin memperkaya uranium di masa depan untuk mendorong program tenaga nuklir yang direncanakan. Hal itu diungkapkan menteri energi Saudi Abdulaziz bin Salman pada Senin (09/09/2019).

Eksportir minyak utama dunia itu mengatakan ingin menggunakan logam tersebut untuk mendiversifikasi campuran energinya. Tetapi pengayaan uranium juga membuka kemungkinan penggunaan bahan itu oleh militer, masalah yang menjadi pusat kekhawatiran Barat dan regional atas kerja atom Iran.

“Kami melanjutkannya dengan hati-hati … kami sedang bereksperimen dengan dua reaktor nuklir,” kata Pangeran Abdulaziz, merujuk pada rencana untuk mengeluarkan tender untuk dua reaktor tenaga nuklir pertama negara Teluk Arab itu.

Menteri energi Saudi mengatakan pada konferensi energi di Abu Dhabi bahwa pada akhirnya Kerajaan ingin melanjutkan siklus penuh program nuklir, termasuk produksi dan pengayaan uranium untuk bahan bakar.

Tender ini diharapkan pada tahun 2020, dengan perusahaan-perusahaan AS, Rusia, Korea Selatan, Cina dan Perancis terlibat dalam pembicaraan awal tentang proyek multi-miliar dolar.

Tetapi masalah pengayaan uranium telah menjadi masalah besar dengan Washington, terutama setelah Putra Mahkota Muhammad bin Salman mengatakan tahun lalu bahwa kerajaan akan mengembangkan senjata nuklir jika saingan regional Iran melakukannya.

Arab Saudi telah mendukung kampanye “tekanan maksimum” Presiden Donald Trump terhadap Iran setelah dia menarik Amerika Serikat dari pakta nuklir 2015 yang mengekang program nuklir Iran.

BACA JUGA  Lagi, Ulama Saudi Ditangkap Setelah Kritik Otoritas Hiburan Umum

Agar perusahaan-perusahaan AS bersaing untuk proyek Arab Saudi, Riyadh biasanya perlu menandatangani kesepakatan tentang penggunaan damai teknologi nuklir dengan Washington, di bawah Undang-Undang Energi Atom Amerika Serikat.

Para pejabat Saudi mengatakan mereka tidak akan menandatangani kesepakatan yang akan menghilangkan kemungkinan untuk memperkaya uranium atau memproses ulang bahan bakar bekas di masa depan, di mana keduanya merupakan jalan potensial membuat bom.

Sumber: Dawn.com
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Fasilitas Minyak Terbesar di Saudi Diserang Drone

Arab Saudi - Sabtu, 14/09/2019 14:20