Hamas: Saudi Tangkap Pemimpin Senior Kami di Jeddah

KIBLAT.NET, Gaza – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), baru-baru ini, mengungkapkan bahwa pemerintah Saudi menahan salah satu pemimpin seniornya yang tinggal di Arab Saudi bersama putranya. Pemerintah Saudi menolak seluruh upaya mediasi dan campur tangan untuk pembebasan.

“Badan Intelijen Keamanan Negara Saudi (SSI) menangkap Mohammed Saleh Al-Khodari, yang tinggal di Jeddah selama hampir tiga dekade, pada 4 April,” kata Hamas dalam pernyataannya yang didapat portal Arabi21.com, Senin (09/09/2019).

Hamas menggambarkan penangkapan itu sebagai langkah aneh dan tercela. Al-Khodari, jelas Hamas, adalah penanggung jawab untuk mengelola hubungan dengan Arab Saudi selama dua dekade, dan memegang posisi kepemimpinan senior. Umurnya, yang mencapai 81 tahun, dan kondisi kesehatannya yang kerap menurun serta penyakit kronis yang dideritanya tak menghentikan pemerintah Saudi menangkapnya.

Padahal, Al-Khodari merupakan salah satu dokter spesialis THT senior. Posisi dan kondisinya sama sekali tidak membuat pemerintah Saudi mengurungkan penangkapan tersebut.

Hamas menambahkan, pihak berwenang Saudi juga menangkap putra tertua Al-Khodari ,Hani. Ia ditangkap tanda tuduhan. Penangkapan ini sebagai bagian dari kampanye terhadap warga warga Palestina yang tinggal Saudi.

Hamas menekankan dalam pernyataannya bahwa pihaknya sudah berupaya diam selama lima bula. Sikap itu untuk memberikan ruang bagi kontak diplomatik dan upaya para mediator. Akan tetapi, sejauh ini belum membuahkan hasil. Sehingga, kondisi ini memaksa kami mengumumkan dan mengungkap hal ini ke publik seraya mendesak pembebasan Al-Khodari, anaknya dan seluruh warga Palestina.

BACA JUGA  Puluhan Jurnalis Terluka Karena Agresi Israel di Jalur Gaza

Sebelumnya, sebuah lembaga pengawas meminta pemerintah Saudi untuk segera mengungkapkan nasib lusinan warga Palestina yang ditahan di Arab Saudi, yang menjadi sasaran penghilangan paksa tanpa tuduhan atau pelanggaran.

Lembaga bernama Observatorium Euro-Mediterania, sebuah badan hak asasi manusia internasional yang bermarkas di Jenewa, mencatat bahwa kampanye melawan Palestina hanyalah sebuah kaitan dalam serangkaian panjang pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi.

Lemaga itu mengatakan tidak dapat memberikan angka pasti untuk tahanan Palestina, tetapi menghitung 60 orang, sementara perkiraan lain menyebutkan angka itu jauh lebih tinggi.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pendiri Hamas Tutup Usia

Palestina - Selasa, 06/08/2019 09:59

Saudi Bebaskan Syaikh Muhammad Al-Shaqabi

Arab Saudi - Selasa, 09/07/2019 08:58