Untuk Menangkap Veronica, Polri Akan Minta Bantuan Interpol

Foto: Brigjen Dedi Prasetyo

KIBLAT.NET, Jakarta – Polda Jatim telah menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita hoaks, terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya, pada 17 Agustus 2019.

Namun, polisi hingga kini belum bisa menangkap Veronica, yang belakangan diketahui berada di luar negeri. Karenanya, polisi melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri akan berkoordinasi dengan Interpol.

“Yang jelas lokasi sudah diketahui, Polda Jatim sudah bersurat ke Divhubinter kemudian juga sudah bersurat ke Bareskrim,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/9/2019), dikutip dari humas.polri.go.id.

Dedi menegaskan Veronica Koman akan diproses hukum hingga tuntas, karena menurut polisi, Veronica terbukti telah melakukan provokasi di media sosial Twitter yang ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris dan disebar ke dalam negeri maupun luar negeri. Padahal itu dibuat tanpa fakta yang sebenarnya.

Masih dari sumber yang sama, akibat perbuatan yang dilakukannya, Veronica terancam dijerat dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis, dan Ras.

Sebelumnya, pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakrie mengatakan memang sudah seharusnya Veronica Koman ditangkap oleh kepolisian. Menurutnya, Veronica adalah orang yang menyetir masyarakat agar emosinya terbakar.

BACA JUGA  AILA: Nikah Mut'ah Rugikan Perempuan

“Kenapa saya mendukung Veronica diambil, karena dia yang men-drive orang kita untuk kemudian emosionalnya terbakar,” ujar Connie dalam “Seminar Politik Papua” di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Polisi Tetapkan 85 Orang Tersangka Kerusuhan Papua

Indonesia - Selasa, 10/09/2019 13:21

Masalah Papua Bukan Hanya Urusan TNI-POLRI

Indonesia - Jum'at, 06/09/2019 18:50