KAMMI Desak Jokowi Segera Selesaikan Polemik KPK

Foto: KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) telah berdiri tujuh belas tahun. Selama itu pula telah banyak mengungkap kasus korupsi yang tentunya dibenci para “penggiat” korupsi.

Melihat kebelakang, KPK kerap mendapat serangan baik berupa teror terhadap penyidik KPK hingga kepada rumah pribadi pimpinan KPK. Tercatat di awal 2019, terjadi pelemparan bom Molotov di kediaman dua pimpinan KPK.

Belum terungkap rangkaian teror yang menghampiri pimpinan dan penyidik KPK, di awal September 2019 masyarakat dikagetkan rencana Revisi RUU KPK oleh Komisi III DPR. Belakangan, hal itu juga didukung Presiden Joko Widodo.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melihat, semacam ada “agenda jahat” antara DPR-RI dan Presiden Joko Widodo demi melemahkan KPK. Padahal sebelum Pilpres 2019, Jokowi berjanji memperkuat KPK, khususnya dari sisi anggaran.

“Kami meminta Jokowi selaku pimpinan tertinggi harus mendudukkan DPR dengan KPK yang didalamnya juga ada Wadah Pegawai menyelesaikan polemik,” kata Ketua PP KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi, dalam rilis yang diterima Kiblat.net, Senin (16/09/2019).

KAMMI mendesak Jokowi, DPR, dan KPK harus duduk satu meja setidaknya sebelum bulan September berakhir. Jokowi harus mendegar langsung perihal kekisruhan yang ada dari petinggi KPK.

Menurut Irfan, kekisruhan yang terjadi saat ini memperburuk citra pengelolaan negara. Jokowi tak boleh tebang pilih dengan mendukung DPR-RI merevisi RUU KPK, lalu mendiamkan suara Wadah Pegawai KPK.

BACA JUGA  Ini Pesan UAS untuk Warga Minang Korban Kerusuhan Wamena

“KPK telah dipercaya publik. KPK memiliki nilai kepercayaan publik yang tinggi diantara tiga lembaga negara, TNI, KPK, dan Polri,” ujar Irfan.

Terakhir, KAMMI mengingatkan komitmen Presiden Jokowi dalam hal pemberantasan korupsi. Empat poin yang dikoreski Jokowi baiknya juga didiskusikan dengan orang KPK. Terpilihnya lima ketua KPK yang baru juga harus dihormati.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Aktivitas Para Buzzer Dinilai Rugikan Jokowi

Indonesia - Jum'at, 04/10/2019 16:54