Pertama Kalinya, Arab Saudi Keluarkan Visa Turis

Foto: Maskapai penerbangan Arab Saudi, Saudia Airlines

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi untuk pertama kalinya, menawarkan visa turis kepada mereka yang ingin mengunjungi kerajaan. Demikian kata kepala kepariwisataan Saudi dalam sebuah pernyataan.

Kebijakan ini mulai berlaku di Arab Saudi pada Jumat pagi, sebagai bagian dari dorongan untuk mendiversifikasi ekonominya agar menjauh dari minyak.

“Pembukaan Arab Saudi bagi wisatawan internasional adalah momen bersejarah bagi negara kami,” kata kepala pariwisata Ahmed al-Khateeb dalam pernyataan itu.

Direncanakan awal bulan ini, wisatawan dari 49 negara, termasuk wanita non mahram, akan dapat memperoleh visa 90 hari dengan biaya $ 80 (£ 65). Namun, akses ke kota suci Mekkah dan Madinah dibatasi.

Sebelum perubahan kebijakan, sebagian besar pengunjung kerajaan adalah Muslim yang melakukan ziarah haji dan mengunjungi tempat-tempat suci atau orang-orang dalam perjalanan bisnis.

Kerajaan Muslim ultra-konservatif, yang relatif ditutup selama beberapa dekade, dalam beberapa tahun terakhir telah melonggarkan aturan sosial yang ketat, seperti memisahkan laki-laki dan perempuan di tempat-tempat umum dan mengharuskan perempuan untuk mengenakan jubah hitam yang menutupi semua, atau abaya.

Menurut hukum perwalian Arab Saudi yang lebih tua, perempuan Saudi dilarang bepergian tanpa izin dari wali laki-laki yang ditugaskan – biasanya suami atau anggota keluarga.

Namun, pada Agustus, Arab Saudi mengeluarkan serangkaian dekrit yang memberi perempuan lebih banyak kebebasan pribadi, termasuk hak untuk bepergian tanpa izin, memperoleh paspor dan mendaftarkan kelahiran anak, perkawinan, atau perceraian.

BACA JUGA  Lagi, Ulama Meninggal di Penjara Kerajaan Arab Saudi

Pendukung pemerintah Saudi telah mempromosikan reformasi sosial sebagai bagian dari upaya modernisasi yang dilaksanakan oleh putra mahkota.

Namun, reformasi telah disertai dengan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, termasuk dugaan penyiksaan terhadap beberapa aktivis yang ditangkap karena berkampanye untuk meningkatkan hak asasi manusia.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Saudi Pertimbangkan Larangan Menikah di Bawah Umur 

Arab Saudi - Selasa, 12/11/2019 13:28