Dapat Lampu Hijau dari AS, Turki Siap Gempur Milisi Kurdi YPG di Suriah

Foto: Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/ilustrasi

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Senin (07/10/2019) bahwa rencana kampanye militer Turki di Suriah utara dapat dimulai kapan saja setelah Washington mengatakan tidak menentang operasi semacam itu terhadap gerilyawan Kurdi.

“Ada ungkapan yang selalu kami ulangi: kami bisa masuk (Suriah) pada malam apa pun tanpa peringatan. Sangat tidak masuk akal bagi kami untuk mentolerir ancaman yang lebih lama dari kelompok-kelompok teroris ini,” kata Erdogan dalam konferensi pers.

Amerika Serikat mengumumkan pada Ahad malam bahwa Turki akan “segera” menggelar operasi militer di Suriah utara. Pasukan AS yang berada di Suriah akan ditarik dari lokasi-lokasi kampanye militer untuk memerangi milisi Kurdi YPG itu

Gedung Putih membuat pengumuman mengejutkan dalam sebuah pernyataan setelah komunikasi telepon antara Erdogan dan timpalannya dari AS Donald Trump.

YPG merupakan sekutu utama koalisi internasional pimpinan AS dalam perang melawan ISIS. Kelompok Kurdi ini juga tulang punggung aliansi milisi Kurdi SDF, yang berhasil mengalahkan organisasi ISIS di wilayah besar di Suriah timur laut.

Namun Turki menganggapnya sebagai kelompok “teroris” dan perpanjangan milisi Kurdi PKK, yang memimpin pemberontakan berdarah di wilayah Turki sejak 1984.

Presiden Turki menekankan dalam konferensi pers bahwa penarikan pasukan AS telah dimulai di timur laut Suriah.

Dia mengumumkan bahwa pertemuan dengan Trump, yang diangkat selama percakapan telepon, “sangat mungkin diadakan pada paruh pertama bulan depan di Washington.”

BACA JUGA  F-16 Turki Tembak Jatuh Drone Asing di Perbatasan dengan Suriah

“Turki sekarang akan bertanggung jawab atas semua pejuang ISIS yang ditahan dalam dua tahun terakhir setelah kekalahan Amerika Serikat,” kata pernyataan Gedung Putih itu.

Erdogan mengatakan pada hari Senin bahwa para pejabat AS dan Turki akan bekerja sama untuk mengatasi masalah pelik tersebut.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga