HRW Desak Indonesia Selidiki Kerusuhan Wamena

Foto: Salah satu bangunan yang terbakar dalam kerusuhan di Wamena. (Foto: Kompas)

KIBLAT.NET, Jakarta – Human Rights Watch (HRW) mendesak Indonesia secara independen menyelidiki kerusuhan baru-baru ini di Papua Barat yang menewaskan 33 orang. HRW juga meminta agar pemantau hak asasi manusia PBB mengakses wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (08/10/2019), mengatakan bahwa Komnas HAM harus memimpin penyelidikan, terutama terkait kerusuhan mematikan di kota Wamena pada akhir September, dan meninjau bagaimana pasukan pemerintah menangani kerusuhan.

Brad Adams, direktur Asia di HRW, mengatakan bahwa pemantau independen di lapangan akan membantu mencegah pelanggaran oleh militan dan pasukan keamanan, yang akan menguntungkan semua orang Indonesia.

“Investigasi independen diperlukan untuk memeriksa peran pasukan keamanan dan menuntut siapa pun yang bertanggung jawab atas kesalahan,” kata Adams dalam sebuah pernyataan.

“Situasi di Wamena tegang, namun sulit untuk memverifikasi keadaan karena tidak ada jurnalis yang dapat secara independen pergi ke daerah itu untuk mewawancarai para saksi,” tambahnya.

Lebih dari 16.000 warga Papua dan penduduk lainnya juga terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam beberapa pekan terakhir karena protes keras.

Presiden Indonesia Joko Widodo yang akan dilantik untuk masa jabatan keduanya akhir bulan ini, meminta agar masyarakat tenang. Jokowi telah mengerahkan ribuan pasukan keamanan untuk membantu mengendalikan situasi.

Selain bertemu sekelompok orang asli Papua di istana kepresidenan, Jokowi juga menawarkan untuk bertemu dengan para pemimpin pro-kemerdekaan, termasuk Benny Wenda, pemimpin Gerakan Pembebasan Bersatu untuk Papua Barat (ULMWP) yang tinggal di pengasingan di Inggris.

BACA JUGA  KLHK Klaim Tutup 64 Lahan Milik Perusahaan di Lokasi Kebakaran Hutan

Sebelumnya, polisi menyebut Wenda menghasut kerusuhan Wamena.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Para Perusuh Teridentifikasi Bukan Warga Asli Wamena

Indonesia - Kamis, 03/10/2019 06:51