Kemenag Klaim Penggunaan Zakat untuk Program SDCs Berpegang pada Fikih

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Direktorat pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar mengklaim bahwa penyaluran dana zakat yang digunakan untuk program SDGs (Sustainable Development Goals) tidak akan menyalahi ketentuan syariat.

“Syariah compliance (penyesuaian terhadap syariat) nya harus terpenuhi. Tetap berpegang pada batasan batasan fikih. Karena zakat itu pada prinsipnya disalurkan kepada 8 ashnaf”kata Fuad kepada kblat.net saat ditemui di kawasan Mampang, Jakata Selatan pada Rabu (09/10/2019).

Fuad menjelaskan, meski penerima zakat telah ditentukan menjadi 8 golongan, namun bentuk penyalurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau disesuaikan dengan problematika yang dihadapi oleh masing-masing golongan.

Ia jua menegaskan, setiap lembaga pengelola zakat punya standar dan ukuran masing-masing dalam mengelola zakat itu.

“Rambu-rambunya pasti ada. Sepanjang itu sesuai dengan tujuan zakat, tentu diperbolehkan. Dan tentu juga kita lihat bagaimana kemampuan dalam memahami dan mengelaborasi 17 poin SDGs itu,”pungkas Fuad.

SDGs sendiri merupakan sebuah program pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan PBB.

Ada 17 poin yang menjadi program SDGs. Diantaranya mengurangi kemiskinan, menghapuskan kelaparan, kesetaraan gender, inovasi industri dan infrastruktur, dan lainnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

One Care Resmi Jadi Anggota Forum Zakat

Indonesia - Jum'at, 25/10/2019 12:30