Hamas Siap Ikut Serta Pemilu Palestina Mendatang

Foto: Hamas.

KIBLAT.NET, Gaza – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Senin (28/10/2019), mengumumkan kesiapannya berpartisipasi dalam pemilihan umum Palestina yang akan datang. Kesiapan ini ditegaskan setelah pertemuan dengan ketua Komisi Pemilihan Pusat, Hanna Nasser, pada Senin sore di Gaza.

Pengumuman ini diumumkan setelah pernyataan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada awal Oktober bahwa dialog akan dimulai dengan Hamas dan semua organisasi dalam persiapan untuk pemilihan umum tanpa menetapkan tanggal.

“Kami berkomitmen untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang komprehensif dan mencapai persatuan nasional,” kata Ismael Haniyeh, pemimpin senior Hamas, pada konferensi pers setelah pertemuan dengan Nasser.

Haniyeh menambahkan bahwa Hanna Nasser menyampaikan pesan dari Presiden Abu Mazen kepada faksi-faksi perlawanan untuk mengadakan pemilu.

Ia menegaskan akan menghormati hasil pemilu ketika digelar dengan integritas dan transparansi. Kami, lanjutnya, siap mengikuti pemilihan dan tidak ada rasa khawatir sedikit pun.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Hanna Nasser, yang tiba pada Ahad (27/10/2019) di Jalur Gaza yang terkepung, menyetujui sejumlah hal yang berkaitan dengan pemilihan dan posisi nasional.

“Kami akan kembali ke Ramallah besok dan kami merasa bahwa kami sangat dekat dengan pemilihan,” katanya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Haniyeh Nasser, perwakilan Faksi dan Kekuatan Nasional dan Islam.

Yahya Sinwar, wakil pemimpin Hamas untuk Jalur Gaza, mengatakan selepas pertemuan tersebut, “kami selalu siap menghadapi pemilihan dan kami akan menjadikan pemilihan ini sebagai pengungkit untuk memperbaiki jalur strategis dalam sejarah rakyat kami.”

BACA JUGA  Gerakan Subuh Berjamaah, Bentuk Perlawanan Baru Warga Palestina terhadap Israel

“Kami masih dan akan terus berada di Hamas dengan pilihan rakyat kami dan menerima pilihan rakyat dan tidak akan menyelesihi mereka,” tegasnya. .

Pemilihan legislatif Palestina terakhir diadakan pada 2006 ketika Hamas memenangkan mayoritas 132 kursi di Dewan Legislatif Palestina.

Hamas mengambil kendali atas Jalur Gaza pada 2007 oleh kekuatan militer.

“Kami mengadakan pemilihan umum pada tahun 1996, pada 2005 dan 2006, tetapi kemudian berhenti karena kudeta Hamas pada 2007,” kata Abbas dalam pidatonya kepada PBB pada akhir bulan lalu.

Sejak itu, beberapa upaya untuk merekonsiliasi Hamas dan gerakan Fatah yang berkuasa di Tepi Barat melalui Otoritas Palestina telah gagal dan tidak ada pemilihan legislatif yang dapat diselenggarakan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga