IM Desak PBB dan Lembaga HAM Selamatkan Dr. Mohamed Badie

Foto: Mohamed Badie

KIBLAT.NET, Kairo – Organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir, Kamis (31/10/2019), mendesak PBB dan seluruh lembaga HAM lokal dan internasional menyelamatkan pemimpin mereka, Dr. Mohamed Badie (76 tahun), yang mengalami pelanggaran di penjara Mesir.

Melalui pernyataannya yang dilansir Al-Jazeera, IM mengabarkan bahwa kondisi kesehatan Mohamed Badie terus memburuk karena pelecehan. Pemerintah Mesir didesak bertanggung jawab atas kondisi ini.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Badie masih ditahan di sel isolasi dan kehilangan semua sarana kehidupan. Selama empat tahun terakhir, keluarga tidak boleh bertemu. Ia juga dicegah bertemu dengan kuasa hukum.

IM menegaskan bahwa orang-orang yang bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan diam-diam ini tidak akan berlalu begitu saja. Pelakunya tidak akan luput dari pengadilan yang adil di dunia dan akhirat.

Sebelumnya, IM menerbitkan beberapa postingan di halaman Facebook-nya, berbicara tentang kondisi buruk yang dialami oleh pemimpinnya yang sudah lansia itu di sel isolasi.

Pemimpin Ikhwan, yang ditangkap setelah penggulingan mendiang Presiden Mohamed Morsi pada musim panas 2013, sedang diadili dalam 12 kasus dimensi politik. Ia telah menerima beberapa vonis yang sejauh ini berjumlah 261 tahun kurungan penjara.

Mohamed Badie adalah seorang akademisi Mesir, lahir pada 7 Agustus 1943. Dia bergabung dengan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1959 dan terpilih sebagai Mursyid Aam pada 16 Januari 2010, menggantikan mantan pemimpin Mohamed Mahdi Akef yang meninggal pada September 2017 karena kelalaian medis. .

Pada Oktober 2018, sebuah surat yang bocor dari dalam pusat penahanan mengungkapkan kesehatan Badie memburuk setelah ia diserang oleh seorang petugas keamanan nasional (sebelumnya Keamanan Negara).

Keluarga Badi telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang kesehatannya. Keluarga menyalahkan rezim Mesir atas hidupnya dan apa yang dia alami di penjara Tora yang dijaga ketat, atau yang disebut “kalajengking”, tidak berhasil.

Para pengamat khawatir bahwa Badei akan menemui nasib mendiang Presiden Mohamed Morsi, yang meninggal pada Juni lalu dalam salah satu sesi persidangannya. Morsi meninggal setelah diputus dari pelayanan medis yang semestinya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pengadilan Bubarkan Cabang Ikhwanul Muslimin Yordania

Timur Tengah - Jum'at, 17/07/2020 13:38

Tajikistan Tangkap 113 Anggota Ikhwanul Muslimin

Wilayah Lain - Rabu, 29/01/2020 08:58