15 Tewas Dalam Serangan di Pos Militer di Yala, Thaliand Selatan

Foto: Pihak berwenang Thailand

KIBLAT.NET, Yala – Setidaknya 15 orang tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh gerilyawan di Thailand selatan. Ini merupakan serangan paling berdarah di kawasan yang dihuni etnis muslim Melayu itu.

Menurut pernyataan juru bicara militer pada Rabu (06/11/2019), orang-orang bersenjata menyerbu dua pos pemeriksaan milisi bentukan pemerintah di provinsi Yala pada Selasa. Para penjagaa saat sedang berbincang-bincang dengan penduduk.

“Dua belas orang tewas di lokasi serangan, dua meninggal kemudian di rumah sakit, dan satu meninggal pagi ini,” kata jubir militer seraya menambahkan bahwa pemberontak juga merebut senapan M-16 dan amunisi dari pos-pos pemeriksaan.

Juru bicara itu mencatat bahwa semua area di sekitar lokasi serangan ditutup, di mana penyelidikan yang diperlukan sedang dilakukan. Penduduk daerah ini mencari otonomi di wilayah mereka yang berbeda secara budaya, yang berbatasan dengan Malaysia.

Konflik mengambil sifat serangan timbal balik antara tentara dan militan, tetapi warga sipil di kedua sisi sering menjadi korban konflik. Para militan menuduh pemerintah Thailand memaksa mereka untuk meninggalkan budaya Islam khas mereka dan melakukan pelanggaran terhadap mereka yang selalu dibiarkan begitu saja.

Kekerasan hari Selasa itu terjadi beberapa bulan setelah kematian seorang pria bernama Abdullah Issa Musa, yang koma setelah diinterogasi di sebuah pusat penahanan Thailand yang terkenal kejam.

Beberapa hari setelah penangkapan Abdullah, empat orang tewas dalam serangan terhadap sebuah pos militer Thailand tengah malam, yang memberi tanda-tanda pembalasan.

BACA JUGA  Polisi Thailand: Kelompok Separatis Muslim di Balik Serangan di Yala

Konflik antara warga Melayu dan pemerintah di Thailand selatan telah berlangsung belasan tahun. Warga melakukan perlawanan akibat diskriminasi pemerintah pusat. Mereka dipaksa tunduk aturan-aturan yang membatasi hak-hak beragama mereka.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Selipkan Muslim Pattani dalam Doa Kita

Artikel - Selasa, 19/11/2013 08:59