Daripada Bahas Cadar, Menag Diminta Pastikan RUU Miras Rampung

Foto: Fahira Idris

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota DPD RI Fahira Idris menyarankan Menag untuk lebih menyentuh hal-hal yang sifatnya lebih substansial daripada membahas cadar dan celana cingkrang. Salah satu persoalan serius yang dihadapi umat saat ini adalah belum adanya regulasi setingkat undang-undang (UU) terkait minuman beralkohol atau minuman keras (miras).

Menurutnya, dampak nyata dari ketiadaan UU ini adalah keresahan sosial dan kejahatan yang dipicu oleh miras semakin marak terjadi.

“Daripada mengurusi soal cadar atau celana cingkrang, Pak Menag saya sarankan gunakan kewenangannya untuk memastikan RUU Miras yang sejak periode lalu dibahas Pemerintah dan DPR segera dirampungkan. Ini karena miras sumber persoalan umat beragama yang tentunya harus menjadi concern Kemenag,” ujar Fahira Idris dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Kamis (07/09/2019).

Fahira meminta Menag melihat apa yang sudah dilakukan Kabupaten Manokwari. Yaitu menjadikan pendekatan agama (Manokwari sebagai kota injil) sebagai salah satu latar belakang terbitnya Perda Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Larangan Pemasukan, Penyimpanan, Pengedaran dan Penjualan serta Memproduksi Minuman Beralkohol di Kabupaten ini.

“Saya rasa jika Menag punya inisiatif mendesak DPR dan kementerian terkait agar RUU Miras segera disahkan, suaranya akan lebih didengar. Miras merupakan persoalan umat yang sangat substansial saat ini,” jelasnya.

“Selain itu Menag punya dasar kuat mendukung RUU Larangan Miras disahkan karena agama manapun melarang miras,” sambungnya.

BACA JUGA  Selama Dua Tahun, Dua Kucing Berusaha Masuk Museum Jepang

RUU Laragan Minuman beralkohol sendiri sebenarnya sudah mulai dibahas sejak 2013 dan terus berlanjut pada periode DPR 2014-2019. Namun hingga akhir periode, DPR dan pemerintah tidak kunjung merampungkan RUU yang merupakan inisiatif DPR ini.

“Kalau mempersoalkan cadar dan celana cingkrang itu dampaknya malah kegaduhan dan tidak substantif. Tapi kalau Pak Menag mampu mendorong RUU Miras disahkan, itu baru terobosan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Artikel - Selasa, 12/11/2019 19:15