Muhammadiyah: Pembicaraan Radikalisme Overdosis, Harus Dihentikan

Foto: Ketua PP Muhammadiyah Dr. Anwar Abbas.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas meminta pembicaraan tentang radikalisme dihentikan. Ia menegaskan bahwa pembahasan radikalisme di publik sudah berlebihan.

“Mengingat masalah yang dihadapi bangsa ini sangat banyak maka kita mengharap kepada pihak pemerintah dan media agar mengurangi dosis pembicaraan tentang radikalisme. Karena apa yang ada selama ini terasa sudah melebihi dosis dan proporsinya,” katanya kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Rabu (07/09/2019).

Menurutnya, bukan berarti bahwa masalah radikalisme tidak penting dan tidak berbahaya bagi masa depan bangsa. Tapi persoalan yang dihadapi bangsa ini tidak hanya masalah radikalisme.

“Masih banyak persoalan lain yang harus kita perhatikan. Baik dalam bidang ekonomi, politik dan pendidikan,” jelasnya.

Ia memberikan contoh lebih detail dalam masalah pendidikan . Dunia pendidikan kita, kata dia, yang semestinya harus bisa mencetak dan melahirkan generasi yang memiliki karakter seperti yang dikehendaki oleh presiden Jokowi yaitu menjadi insan pancasilais ternyata realitanya masih sangat jauh panggang dari api.

“Ternyata dunia pendidikan kita telah banyak mencetak anak-anak dan generasi bangsa yang sekuler. Ini karena pendidikan yang kita berikan kepada mereka lewat mata ajar yang ada terputus dan tidak terkait dengan Tuhan,” jelasnya.

“Sehingga mereka (anak didik.red) menganggap agama tidak penting dan tidak boleh dibawa-bawa ke dalam kehidupan ekonomi dan politik serta kegiatan publik lainnya,” pungkasnya.

BACA JUGA  Selama Dua Tahun, Dua Kucing Berusaha Masuk Museum Jepang

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Artikel - Selasa, 12/11/2019 19:15