Tuntut Perbaikan Sistem Negara, Demonstran Lebanon Kepung Instansi Pemerintah

Foto: Demontran Lebanon tuntut perbaikan sistem negara

KIBLAT.NET, Beirut – Para demonstran Lebanon mulai mengepung instansi-instansi pemerintah di ibukota, Beirut, dan kota-kota lain. Aksi ini sebagai menjadi bagian dari gerakan protes massa menuntut perbaikan sistem politik negara yang mendekati pekan keempat.

Aksi pada Rabu (07/11/2019) ini menunjukkan pergeseran fokus pemrotes dari memblokir jalan dan mendirikan barikade beralih mengadakan aksi duduk di situs-situs yang berafiliasi dengan negara.

Menurut laporan Al-Jazeera, sekelompok pengunjuk rasa telah tiba dan berkumpul di depan Kementerian Kehakiman untuk meminta pertanggungjawaban.

“Mereka ingin melihat langkah selanjutnya terjadi, yaitu presiden mengumumkan tanggal untuk konsultasi … untuk perdana menteri baru dan pemerintah baru akan dibentuk,” katanya.

Saad Hariri pekan lalu mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lebanon. Ini menjadi salah satu tuntutan utama para pengunjuk rasa, tetapi Presiden Michel Aoun belum menetapkan tanggal untuk konsultasi formal dengan legislator guna memilih pengganti.

Selain kementerian kehakiman, titik-titik protes lainnya termasuk kementerian energi, urusan luar negeri, keuangan, pariwisata, komunikasi dan tenaga kerja, serta kantor Electricite Du Liban, penyedia listrik utama Libanon.

Lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan negara lainnya termasuk Zaitunay Bay, sebuah pengembangan laut yang kontroversial di jantung kawasan pusat Beirut dan operator telekomunikasi.

Tiga Pekan Protes

Para demonstran memblokir jalan raya, jalan utama dan persimpangan di kota-kota besar Lebanon. Ini menjadi taktik utama yang digunakan sejak demonstrasi dimulai 21 hari yang lalu.

Para pendukung pemerintah menuduh mereka mengganggu kehidupan sosial, namun para demonstran tidak mundur pada tuntutannya.

Mereka menginginkan pemerintahan Hariri digantikan dengan kabinet para ahli independen yang dapat memimpin Lebanon keluar dari krisis ekonomi dan keuangan yang semakin dalam, mengamankan layanan dasar seperti air dan listrik dan menciptakan pemilihan umum baru, non-sektarian hukum.

Dengan mengundurkan diri tanpa persetujuan, Hariri menentang Aoun dan Hezbollah, yang secara terang-terangan menentang segala perubahan dalam sistem pemerintahan. Para analis percaya ini dapat mempersulit pembentukan pemerintahan baru.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga