AS Sanksi Pemimpin Kelompok Jihadis Mali Front Pembebasan Macina

Foto: Pejuang Mali/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat, Kamis (07/11/2019), menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin kelompok pejuang Islam di Mali Front Pembebasan Macina, Amadou Koufa. Sanksi ini melarang seluruh orang yang tunduk pada AS berhubungan dengan Koufa.

Koufa dikenal seorang tokoh Islam dan banyak memberikan ceramah-ceramah agama. Ia diyakini berafiliasi dengan Organisasi Al-Qaidah dan aktif di Mali tengah.

Tahun lalu, pejabat Prancis mengatakan bahwa Koufa terbunuh dalam serangan di negara bekas koloni Perancis itu. Akan tetapi, ia muncul dalam sebuah video propaganda pada bulan Februari tahun ini.

Sanksi tersebut membekukan semua aset Koufa yang mungkin berada di bawah yurisdiksi AS dan mencegah orang atau badan mana pun di Amerika Serikat untuk melakukan transaksi keuangan dengannya.

Pada bulan Juli, para pejabat AS menambahkan dua pemimpin lain dari kelompok Al-Qaidah di Mali ke daftar teror global.

Front Pembebasan Macina pertama kali muncul pada Januari 2015, ketika bertanggung jawab atas serangan di Mali tengah. Kelompok ini muncul di tengah kekacauan negara itu setelah kudeta 2012 dan disusul intervensi militer Prancis setahun kemudian.

Target operasi kelompok bersenjata ini pasukan penjaga perdamaian PBB, militer Prancis dan pasukan pemerintah.

Pada bulan Maret 2017, pemimpinnya Koufa muncul dalam sebuah video, bersama dengan para pemimpin kelompok-kelompok yang berafiliasi pada Al-Qaidah. Saat itu, para pemimpin jihadi itu mengumumkan bersatu di bawah nama Jama’ah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM).

BACA JUGA  Kehilangan 51 Tentara Dalam Dua Hari, Kemampuan Militer Mali Dipertanyakan

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga