Saudi Tahan 8 Aktivis, dari Penulis hingga Pengusaha

Foto: Arab Saudi

KIBLAT.NET, London – Kelompok Hak Asasi Saudi yang berbasis di London, ALQST menyebut pemerintah Saudi telah menahan kurang lebih delapan orang yang sebagian besar merupakan kaum intelek dan penulis. Menurut ALQST, penangkapan itu bagian dari “penumpasan kebebasan berekspresi” yang digulirkan pemerintah Saudi dalam dua tahun terakhir.

“Mereka ditangkap di rumah mereka di ibu kota Riyadh dan kota pelabuhan Jeddah pekan lalu oleh polisi berpakaian preman tanpa alasan yang jelas,” kata perwakilan kelompok itu seperti dikutip dari kantor berita Al-Jazeera pada Senin (25/11/2019).

ALQST pun merilis nama-nama orang yang ditahan, diantaranya berprofesi sebagai wartawan, penulis hingga pengusaha. Mereka adalah Bader Al-Rashed, Sulaiman Al-Saikhan Al-Nasser, Waad Al-Mohaya, Musab Fouad Al-Abdulkarim, Abdul Majid al-Balawi, Abdulaziz Alehis, Abdulrahman Monthly, dan Fouad Al-Farhan.

Sementara itu, Pemerintah Saudi tidak segera memberikan komentar terkait penahanan tersebut. Pihak Kerajaan membantah memiliki tahanan politik, namun para pejabat senior berkata lain, mereka mengaku tengah memantau para aktivis dan berpotensi menahan mereka. Hal ini diklaim perlu untuk menjaga stabilitas sosial.

ALQST adalah organisasi hak asasi manusia yang mendokumentasikan dan mempromosikan topik-topik yang berkaitan dengan hak asasi manusia di Arab Saudi. ALQST berasal dari kata dalam bahasa Arab al-qisthu yang berarti keadilan. Mereka mempunyai tim di Arab Saudi yang bertugas meneliti kasus-kasus dan tim lainnya di London yang menerbitkan laporan dan berita.

Sumber: Aljazeera
Penulis: Qoid
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga