Din Syamsuddin: Gerakan 212 Jangan Hanya Kerumunan, Harus Ditransformasi

Foto: Wantim MUI, Din Syamsuddin (jundi/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa tidak ada pihak yang boleh melarang acara Reuni 212. Sebab, acara tersebut merupakan hak konstitusional.

“Saya kira berkumpul itu sah-sah saja. Dan itu adalah bagian dari berkumpul berserikat tidak ada satu pihak pun yang boleh untuk menghalanginya. Tentu syaratnya harus damai jangan ada kekerasan,” katanya pada Rabu (27/11/2019).

Meski demikian, Din berpesan agar gerakan 212 disalurkan ke hal yang lebih strategis. Yaitu mencerdaskan kehidupan umat melalui pendidikan dan ekonomi.

“Akan lebih bagus kalau kebersamaan mereka berlanjut. Momen 212 dulu yang berhasil itu segera ditransformasi secara gerakan kebudayan untuk meningkatkan hidup umat,” tegasnya.

“Jangan berhenti di kerumunan kaerna sayang sekali jiga energinya menjelma dalam kerumunan biasa saja,” papar mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Ia juga berharap agar reuni 212 esok tetap berjalan kondusif dan aman. Din tak menginginkan adanya kekerasan dalam acara tersebut.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Indonesia - Selasa, 03/12/2019 15:00