Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya Kembali Teken Kerja Sama Militer dengan Turki

Foto: Perdana Menteri GNC Fayez Sarraj saat berpidato di PBB [foto: AFP]

KIBLAT.NET, Istanbul – Kantor Kepresidenan Turki, Kamis (28/11/2019), mengumumkan bahwa Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNC) menekan kesepakatan militer baru dengan Ankara. Turki merupakan pendukung utama GNC dalam kekacauan politik dan militer di negara itu.

“Perjanjian kerja sama militer dan keamanan telah ditandatangani pada Selasa malam selama pertemuan di Istanbul antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan kepala GNC Fayez Sarraj,” kata pengumuman Kepresidenan Turki.

Fakhruddin Alton, direktur komunikasi di kepresidenan Turki, menjelaskan bahwa teks perjanjian baru itu lebih luas dari kerangka perjanjian kerja sama militer sebelumnya yang disepakati oleh kedua negara.

Dia menekankan bahwa perjanjian baru akan memperkuat hubungan antara pasukan kedua negara. Ia juga menyeru para aktor bertanggung jawab lainnya mendukung pemerintah Sarraj yang diakui oleh PBB.

“Stabilitas Libya sangat penting bagi keamanan Libya dan untuk memerangi terorisme internasional,” kata pejabat Turki itu.

Kesepakatan itu muncul meskipun ada seruan oleh Liga Arab kepada negara-negara anggota untuk menghentikan kerja sama dengan Turki dan memotong perwakilan diplomatik di Ankara dengan latar belakang serangan di Suriah utara terhadap gerilyawan Kurdi.

Namun GNC, yang didukung oleh Turki dan Qatar, telah menolak untuk memenuhi seruan Liga Arab tersebut.

Sementara lawan GNC, Khalifah Haftar yang memimpin pemerintahan di Libya timur memulai kampanye militer untuk merebut ibukota Tripoli, basis pemerintah GNC, pada April. Haftar didukung Mesir dan UEA serta mendapat dukungan politik dari AS dan Rusia serta Prancis.

BACA JUGA  Dua Helikopter Prancis Kecelakaan Saat Sergap Jihadis Mali, 13 Tentara Tewas

Para ahli PBB mengatakan dalam laporan rahasia yang dilihat oleh AFP awal bulan ini bahwa Yordania, Turki dan Uni Emirat Arab telah “secara teratur” melanggar embargo senjata PBB yang diberlakukan di Libya sejak 2011.

Erdogan mengatakan pada Juni bahwa Turki memasok senjata ke pemerintah GNC. Ia menegaskan bahwa peralatan militer memungkinkan Tripoli untuk “menyeimbangkan kembali” situasi melawan pasukan Khalifa Haftar.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

AS Gencarkan Serangan Udara di Libya Selatan

Afrika - Sabtu, 28/09/2019 08:12