Jubir Taliban Bantah Pernyataan Trump Saat Kunjungi ke Afghanistan

Foto: Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid.

KIBLAT.NET, Kabul – Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai putaran negosiasi baru untuk perdamaian Afghaniatan. Ia menekan terlalu dini membicarakan hal itu setelah Trump sendiri membatalkannya.

“Masih terlalu dini untuk berbicara tentang melanjutkan perundingan pada tahap ini,” kata Zabihullah Mujahid kepada AFP, Jumat (29/11/2019).

Akan tetapi, Mujahid menjelaskan bahwa gerakannya akan mengumumkan sikap resmi terkait hal tersebut.

Trump mengatakan dalam kunjungannya mendadak ke Afghanistan pada Kamis lalu bahwa Taliban ingin membuat kesepakatan dan kami mengadakan pertemuan dengan mereka. Taliban mengatakan harus ada gencatan senjata. Sekarang mereka menginginkan gencatan senjata.

Negosiasi antara kedua belah pihak terhenti September lalu.

Sekitar 13.000 tentara AS masih ditempatkan di Afghanistan, setelah 18 tahun invasi AS ke negara tersebut.

Awal tahun ini, Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Taliban yang akan memungkinkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan dan membalik halaman tentang perang AS terpanjang dengan imbalan jaminan keamanan.

Namun Trump tiba-tiba menghentikan pembicaraan yang berlangsung selama setahun itu pada bulan September. Ia mengatakan, mereka “mati” dan membatalkan seruan pemberontak untuk pertemuan di dekat Washington, menyusul pembunuhan seorang tentara AS.

Taliban telah menolak untuk berunding secara resmi dengan pemerintah Afghanistan, tetapi upaya diplomatik terus mengadakan dialog dan akhirnya membuka jalan bagi kesepakatan damai.

BACA JUGA  Setelah Batalkan Negosiasi Sepihak, AS Umumkan Pembicaraan Baru dengan Taliban

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Baleg DPR Targetkan 150 UU Rampung di Periode 2019-2024

Indonesia - Jum'at, 06/12/2019 15:16