Muhammadiyah Tak Larang Anggotanya Ikut Reuni 212

Foto: reuni 212

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengungkapkan Reuni 212 adalah hak warga negara yang dijamin oleh UUD 1945. Ekspresi lisan dan tulisan di ruang publik atau terbatas harus sesuai dengan undang-undang.

Menurut Abdul Mu’ti, sepanjang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, aksi 212 dan berbagai aksi lainnya tidak boleh dilarang.

“Kalau sudah mendapatkan ijin, tugas aparatur keamanan adalah untuk mengamankan dan menjaga agar aksi tetap kondusif dan tidak merugikan pihak manapun baik moril maupun materiil,” ujar Abdul Mu’ti melalui pesan WhatsApp, Ahad (01/12/2019).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini tidak melarang anggota Muhammadiyah untuk turut serta dalam reuni 212 besok.

Hanya saja, Abdul Muthi menegaskan anggota Muhammadiyah yang ikut adalah representasi pribadinya, bukan sikap organisasi Muhammadiyah.

“Keikutsertaan merupakan sikap pribadi. Karena itu tidak diperbolehkan membawa atribut dan menggunakan fasilitas organisasi,” jelasnya.

Abdul Mu’ti pun berpesan kepada para peserta reuni hendaknya menjaga ketertiban, kebersihan, dan kesantunan agar tidak menimbulkan ketegangan dengan aparat dan meresahkan masyarakat.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Muhammadiyah Nilai PMA Majelis Taklim Diskriminatif

Indonesia - Kamis, 05/12/2019 17:47

Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Indonesia - Selasa, 03/12/2019 15:00