Menag: Ilmu Agama Tinggi Tapi Tak Bisa Bersaing, Buat Apa?

Foto: Menag, Fachrul Razi kanan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Agama Fachrul Rozi menyebut kedepannya materi pelajaran di Madrasah Aliyah akan ditambah dengan pelajaran bahasa Mandarin.

Penambahan Materi Bahasa Mandarin, sebut Menag untuk mempersiapkan lulusan Madrasah untuk bersaing memperebutkan lapangan kerja agar tak kalah saing dengan lulusan SMA umum.

“Itu tambahan pelajaran, kita ingin supaya tamatan Madrasah Aliyah bisa bersaing dengan tamatan Umum untuk merebut lapangan pekerjaan,” ujarnya di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (08/01/2020).

Dengan penambahan materi bahasa Mandarin ini Menag berharap lulusan Madrasah bukan hanya ilmu agamanya saja yang tinggi, tapi juga siap bersaing memperebutkan lapangan pekerjaan.

“Jadi jangan sampai mereka, mohon maaf ya, ilmu agama saja tinggi tapi tak bisa bersaing untuk kerja buat apa?” lanjutnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

10 comments on “Menag: Ilmu Agama Tinggi Tapi Tak Bisa Bersaing, Buat Apa?”

  1. Andipalui

    Maaf pak Menag, tujuan kami sekolah agama islam bukan nyari kerja, tapi nyari ilmu akhirat..kami nyari uang halal dg wirausaha..

  2. Handoko

    Subhanallah, ini beliu sadar gak sih dengan ucapannya? Kalau ucapan beliau benar seperti yg dikutip di berita ini, sungguh sangat disayangkan. Beliau secara tdak langsung telah meremehkan saudara2nya sendiri, anak2nya sendiri, rakyat Indonesia khususnya siswa2 dan alumni madrasah. Nampaknya beliau harus “ngaji” lagi, agar paham apa dan untuk apa ilmu agama.
    Pangkat tinggi, jabatan tinggi, kalau tdk mengerti apa dan untuk apa ilmu agama, buat apa?

  3. Nunung Nurlaela

    Harusnya bapak belajar lagi deh agama , rezki itu dari Alloh udah ada jalannya masing – masing, yang perlu diperbaiki itu akhlak manusia, percuma bisa semua bahasa kalau sudah besar akhlaknya buruk, korupsi dan nepotisme.

  4. Rofiq

    Pak.. belajar agama itu bukan untuk persaingan, tp semata mata mencari ridho Allah… tdk ada jaminan orang pinter hidupnya bahagia kerjanya mapan, banyak kok orang pinter gak bahagia krn salah dalam niat mencari ilmu. lagian rizki itu uda d atur Allah.

  5. moch arif yohansyah

    Gurunya dulu salah kasi ilmu kalii…??? Bapak dulu belajar di mana tooh …?? Sampai bisa hidup dititiik yg sekarang ini???? Sejak kapan ilmu aga di gunakan tuk cari kerjaan???? Pangkat harta benda buat apa ??? Apa ga liat bencana kemaren di sebagian besar Jakarta Bogor???? Org ga ngerti istighfar & bersyukur … Kasian gurunya dulu tuh…

  6. Doel

    Biasanya klo ilmu agamanya tinggi ahlaknya baik, itu org pasti sukses dunia akhirat, bray…

  7. Firman

    Ambil positif nya. Bukannya jika tahu bahasa dan budaya orang lain. Akhirnya kita tdk mudah dibodohi orang lain. MA memang arahnya lain. Tapi ingat Nabi Muhammad SAW tdk hanya melulu berdawah akan tetapi berniaga untuk mendukung dawahnya. Bahasa adalah modal penting agar kita gampang bernegosiasi dan berkomunikasi. So.pasti ada sisi positif didalamnya.

  8. Kita dapat ilmu bukan untuk bersaing tp bersanding, sama sama tolong menolong untuk kebaikan sesama, ekonomi, politik dan sosial masyarakat …duuuh pak…kok ga maju maju pahamnya…itu akibat anda remehkan ilmu agama

  9. Irwan

    Pak menteri sepertinya harus belajar Ngaji dengan teman-teman HTI yang perizinannya sudah diberhentikan. terkhusus mengkaji mengenai Pendidikan di dalam Islam.
    Tanyain aja pak M. Ismail Yusanto.

  10. riski

    ilmu sekuler tinggi tapi jadi jongos di negeri asing dan dianggap sampah dinegeri sendiri.
    ilmu sekuler tinggi tapi 1% orng terkaya di negeri ini sama dengan kekalyaan 1 juta orang miskin dinegeri ini, otak mu dimana?
    ilmu sekuler tinggi tapi latah tingkat tinggi, anak tdk lulusan sd lebih pandai berkreasi, tahu mana yg berkarya dan mana yg memakai karya orang. bagai mana kamu menghargai karya sendiri jongos?
    ilmu sekuler tinggi, gedung2 tinggi menjulang 70 persen ruangan kosong melompong, alam lingkungan rusak karena ambisi serakah.emang kamu mau hidup 1000 tahun atau tahun ini sdh dikubur, apa yg kau kejar jongos?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pembatalan Haji oleh Menag: Niat Baik, Cara Salah

Indonesia - Jum'at, 05/06/2020 06:42

Ini Sederet Program Kontra Radikalisme Ala Kemenag

Indonesia - Rabu, 19/02/2020 10:53