Belanda Kembalikan 1.500 Artefak Milik Indonesia

Foto: Belanda di Indonesia

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Belanda telah mengembalikan 1.500 artefak ke Indonesia. Kendati demikian, puluhan ribu barang masih ada di galeri, perpustakaan, dan museum Belanda, negara yang pernah menjajah Indonesia itu.

Pengembalian itu dilakukan seiring dengan penutupan Museum Nusantara, Delft, yang menyimpannya hingga 2013. Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, mencuit bahwa koleksi akan dipajang untuk umum pada bulan Juni.

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, dan kami berharap di masa depan akan ada lebih banyak peluang untuk repatriasi,” kata Hilmar Farid, direktur jenderal kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada wartawan ketika koleksi itu secara resmi diterima oleh Museum Nasional di Jakarta pada 2 Januari.

Indonesia perlu meningkatkan kesiapannya untuk menerima artefak. “Pola pikirnya bukanlah bagaimana mendapatkan lebih banyak koleksi kembali, tetapi bagaimana menyediakan penyimpanan yang tepat untuk menjaga mereka tetap aman,” kata Zakariya Aminullah, seorang dosen Universitas Gadjah Mada.

“Belanda memiliki konsep koleksi khusus untuk melindungi manuskrip dan artefak lainnya dengan hati-hati. Inilah yang harus difikirkan oleh pemerintah, cendekiawan, dan kurator.”

Belanda telah mengembalikan artefak Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Beberapa benda paling penting, seperti naskah Nagarakertagama, patung Prajna Paramita, dan barang-barang pribadi Pangeran Diponegoro, sudah kembali ke tempat asalnya dan dipajang di Museum Nasional.

Tetapi koleksi Indonesia yang paling berharga tetap berada di luar negeri. Salah satunya adalah seperangkat perhiasan dari Istana Cakranegara di Lombok yang dipajang di Museum Volkenkunde Leiden. Perhiasan-perhiasan itu dijarah dari istana pada 1894 oleh otoritas kolonial Belanda, yang mengambil 230 kilo emas, 7.299 kilo perak, tiga kasus permata, dan 400 naskah kuno.

BACA JUGA  Peneliti MAPPI UI: Definisi Terorisme Masih Bias

Koleksi lain, yaitu 20.000 benda tekstil Indonesia, disimpan di Tropenmuseum Amsterdam.

Ribuan artefak sejarah dan budaya, termasuk patung kuno, relief, prasasti, tanda kerajaan, persenjataan, pakaian, perhiasan, dan manuskrip, diangkut oleh Belanda selama menjajah Indonesia.

Barang berharga itu diangkut mulai tahun 1596, ketika kapal Belanda pertama yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman mendarat di Jawa menemukan rempah-rempah. Pada 1800, setelah hampir 200 tahun memainkan peran politik di kawasan itu, Belanda mendirikan Hindia Belanda, yang berlangsung sampai 1945, ketika Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Sebelum 1.500 artefak yang baru kembali ke rumah, para sarjana Indonesia dan media Belanda berspekulasi bahwa di antara mereka mungkin tengkorak Demang Lehman, seorang komandan militer abad ke-19 yang berperang melawan kekuasaan kolonial. Kepalanya dibawa ke Belanda dan tetap dikoleksi useum Anatomisch, Leiden.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Indonesia Kecam Rencana Kontes Kartun Nabi Muhammad

Indonesia - Jum'at, 31/08/2018 17:09