AS Ingin Kurangi Kekuatan Militer di Afrika

Foto: Para komanda tentara Amerika di Afrika (Africom)

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat ingin mengurangi kehadiran militernya di Afrika. Pernyataan ini keluar beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menghendaki pasukannya focus di Timur Tengah.

“Sumber daya kemudian dapat dikurangi dan kemudian ditransfer baik untuk meningkatkan kesiapan kekuatan di benua Amerika atau ke wilayah Pasifik,” kata Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Millie.

Hal itu dikatakannya ketika akan berbicara dengan rekan-rekan NATO-nya di Brussels.

Millie mengatakan bahwa Menteri Pertahanan AS Mark Asper belum memutuskan perubahan apa yang harus dilakukan.

“Kami sedang berupaya merumuskan opsi untuk dipertimbangkan menteri, dan kami melakukan ini dalam koordinasi dengan sekutu dan mitra kami,” tambahnya.

Washington ingin mengurangi jumlah tentaranya yang dikerahkan di Afrika dalam beberapa tahun ke depan untuk lebih fokus dalam menghadapi ancaman Rusia dan Cina.

Sedikitnya tujuh ribu tentara dari satuan Pasukan Khusus AS ditempatkan secara bergiliran di Afrika. Pasukan yang disebut Africom itu melakukan operasi bersama dengan pasukan lokal melawan para jihadis, terutama di Somalia.

Sebanyak 2.000 tentara lainnya sedang melakukan misi pelatihan di sekitar 40 negara Afrika dan berpartisipasi dalam operasi bersama dengan pasukan “Barkhan” Prancis di Mali, di mana memberikan bantuan logistik.

Di antara opsi tersebut adalah penutupan pangkalan drone di Agadez, utara Niger, yang memberi Amerika Serikat kemampuan pengintaian yang signifikan di pantai, tetapi biayanya diperkirakan mencapai $ 100 juta.

Milli mengatakan bahwa belum ada keputusan yang diambil seraya menekankan bahwa Washington tidak akan mundur sepenuhnya dari Afrika. “Mengurangi jumlah tentara tidak berarti nol,” katanya.

Namun, para pejabat Prancis prihatin atas rencana sekutunya itu. Sumber di kepresidenan Prancis mengatakan bahwa Amerika Serikat membuat kontribusi “tak tergantikan” untuk operasi Sahel, terutama di bidang pengintaian dan pengisian bahan bakar udara pesawat.

“Kami tidak akan dapat memperoleh hal-hal ini dari mitra lain mengenai informasi intelijen,” kata sumber itu, seraya menambahkan bahwa Paris akan memberi tahu Washington tentang keprihatinannya “di semua tingkatan”.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga