Australia Bantai 5.000 Ekor Unta Liar Melalui Udara

KIBLAT.NET, Sydney — Pihak berwenang Australia mengeksekusi sebanyak 5.000 ekor unta lebih. Populasi unta yang meningkat tajam dianggap menjadi penyebab kekeringan di negara tersebut.

Richard King, manajer umum Anango Petjantjara Yankunitjatara (daerah pemerintah daerah untuk penduduk asli Australia) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (14/01/2020) bahwa eksekusi unta dilakukan melalui udara.

“Jumlah unta liar telah meningkat sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir dan telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan pabrik serta menimbulkan ancaman bagi keluarga dan masyarakat,” tambah King, membenarkan langkah itu. Langkah ini sendiri mendapat banyak dikritik dari seluruh dunia.

Patut dicatat bahwa Anango Petjantjara Yankunitgatara adalah daerah besar yang jarang pendudukn. Daerah ini terletak terpencil di Australia Selatan.

Turki sebelumnya telah meminta pihak berwenang Australia menemukan cara-cara alternatif untuk menghadapi meningkatnya jumlah unta liar, alih-alih menggunakan eksekusi mereka.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Australia untuk menemukan solusi yang berbeda, karena sumber daya yang akan digunakan untuk membunuh unta dapat digunakan untuk melestarikan kehidupan mereka,” kata juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan Omar Gillick, dalam serangkaian tweet Twitter pekan lalu.

Dia menunjukkan bahwa setiap intervensi dalam kehidupan alami akan semakin memperumit masalah. Ia menyerukan kebutuhan untuk menemukan solusi yang melindungi alam dan warisan alam untuk generasi mendatang.

Pihak berwenang di Australia memutuskan untuk mengeksekusi lebih dari 10 ribu unta. Pemerintah berdalih bahwa hewan tersebut mengonsumsi banyak air di wilayah selatan Australia, yang berkontribusi terhadap eksaserbasi kekeringan dan kemudian suhu tinggi serta penyebaran api.

Temperatur tinggi dan kelanjutan gelombang kekeringan baru-baru ini, menyebabkan gelombang kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya di Australia, yang mengakibatkan kematian ribuan hewan liar, dan konversi jutaan hektar hutan menjadi abu.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Mendagri Minta Pelanggar Protokol Kesehatan Disanksi

Indonesia - Kamis, 06/08/2020 20:01