Pakar Pidana: Densus 88 Penjual Senpi Bisa Dijerat Pasal Berlapis

Foto: Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa penjualan senjata oleh Anggota Densus 88 berinisial HH adalah masalah serius.

“Ini masalah yang sangat serius, senjata dinas diperjualbelikan oleh personel densus 88,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (29/01/2020).

Maka, ia menegaskan bawa supaya tidak menimbulkan masalah yang dapat membahayakan keselamatan masy dan keamanan negara, Brigadir HH harus segera ditemukan.

“Dan setelah ditemukan harus diusut siapa yang terlibat dan bagaimana peredarannya. Harus diurai secara jelas,” paparnya.

Menurutnya, Brigadir HH bisa saja dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU RI Nomor 12 /DRT tahun 1951. Bahkan, penerima senjata pun bisa dijerat pasal yang sama jika memang terbukti terlibat.

Pasal tersebut berbunyi, Barangsiapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

“Dan Densusnya bisa kena pasal berlapis, karena diduga melanggar pasal 372 KUHP tentang penggelapan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Seorang anggota Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri berinisial HH dimasukkan daftar pencarian orang (DPO). Hal ini dikarenakan yang bersangkutan melakukan jual-beli senjata api ilegal hingga menipu sejumlah orang.

BACA JUGA  PKS Soroti Penggunaan Dana Abadi Pendidikan untuk Anggaran Penanganan Covid-19

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pakar Pidana: Eks ISIS Bisa Jadi Batu Uji Deradikalisasi

Video News - Senin, 17/02/2020 00:31